
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai tidakpastian global masih menjadi faktor utama yang memicu volatilitas pasar keuangan dan menekan nilai tukar rupiah sepanjang 2026.
Menurutnya, pelemahan rupiah hingga menyentuh kisaran Rp 17.300-Rp 17.400 per dolar Amerika Serikat belakangan ini lebih banyak dipengaruhi sentimen global dibandingkan faktor domestik.
“Pelemahan rupiah hingga kisaran Rp 17.300-Rp 17.400 per dolar AS lebih banyak dipengaruhi sentimen global,” ujar Asmo dalam agenda Mandiri Macro & Market Brief Q2-2026, Senin (11/5/2026).
Asmo menjelaskan, kondisi global saat ini masih dibayangi berbagai risiko, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, potensi stagflasi, gangguan rantai pasok, hingga tensi geopolitik yang memicu lonjakan harga energi.
Saham-Saham Ini Banyak Dikoleksi Asing Saat IHSG Lanjut Terkoreksi, Senin (11/5)
Menurut dia, kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah menjadi tekanan tambahan bagi Indonesia yang masih berstatus sebagai negara net importir minyak.
Selain itu, perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat juga menjadi tantangan besar bagi pasar keuangan dan dunia usaha tahun ini.
Asmo mengatakan, secara resmi The Fed masih memberikan sinyal adanya peluang satu kali pemangkasan suku bunga acuan pada 2026. Namun, ekspektasi pasar justru bergerak berbeda.
“Kalau kita lihat dari guidance tahun 2026 itu, guidance-nya The Fed masih ada ruang untuk pemangkasan satu kali suku bunga acuan di tahun 2026 ini. Namun kalau melihat CME FedWatch, market memperkirakan bahwa tidak ada lagi pemangkasan suku bunga acuan,” katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya pasar sempat optimistis tren penurunan suku bunga global akan berlanjut setelah kebijakan moneter Amerika Serikat mulai lebih longgar pada 2025. Namun, memanasnya kembali kondisi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global membuat ekspektasi tersebut berubah.
Kondisi tersebut, lanjut Asmo, menjadi faktor yang perlu diantisipasi oleh pelaku pasar karena dapat memengaruhi arus modal, pergerakan nilai tukar, hingga stabilitas pasar keuangan domestik.
Asing Net Sell Rp 751 Miliar, Cermati Saham yang Banyak Dijual Asing di Awal Pekan