Ekonom soal kabar harga Pertamax naik jadi Rp 17.850/liter: Warga tidak siap

Beredar tangkapan layar atau screenshot di aplikasi perpesanan WhatsApp, yang menunjukkan perkiraan harga BBM atau Bahan Bakar Minyak non-subsidi seperti Pertamax pada April. Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, jika kabar ini benar, masyarakat, khususnya kelas menengah, tidak siap. 

Bhima mengatakan, dengan perkiraan harga BBM non-subsidi naik Rp 1.500 – Rp 2.000 per liter saja, masyarakat tidak siap. “Di atas kemampuan beli kelas menengah,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (30/3).

Ia sebelumnya memperkirakan harga BBM non-subsidi Pertamax dan Pertamina Dex naik sekitar 15% atau Rp 1.500 – Rp 2.000 per liter.

Ekonom Universitas Airlangga (Unair) Wisnu Wibowo juga memperkirakan harga BBM hanya naik 5% – 10%, sebagai angka yang wajar. “Harga BBM non-subsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/3).

Baca juga:

  • Kementerian ESDM soal Kabar Harga BBM Akan Naik: Tunggu 1 April
  • Pertamina Buka Suara soal Kabar Harga Pertamax Naik Jadi Rp 17.850/Liter April
  • Daftar Harga BBM Negara ASEAN di Tengah Lonjakan Minyak Dunia

Namun berdasarkan screenshot yang dilihat oleh Katadata.co.id, Harga Jual Eceran (HJE) BBM pada April disebut naik Rp 5.550 hingga Rp 9.450 per liter, sebagai berikut:

  • Pertamax: naik Rp 5.550 per liter dari Rp 12.300 menjadi Rp 17.850 per liter
  • Pertamax Green: naik Rp 6.250 per liter dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.150 per liter
  • Pertamax Turbo: naik Rp 6.350 per liter dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.450 per liter
  • Dex: naik Rp 9.450 per liter dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.950 per liter
  • Dexlite: naik Rp 9.450 per liter dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.650 per liter

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar itu, tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM per 1 April,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (30/3).

Katadata.co.id juga meminta konfirmasi kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman. “Tunggu 1 April saja,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (30/3).

Laode tidak berkomentar mengenai angka-angka perkiraan harga BBM per April. Ia hanya menjelaskan bahwa besaran BBM non-subsidi baik untuk BUMN maupun badan usaha swasta akan berbeda.

“Nanti harganya mengikuti mekanisme pasar. Bagi pemerintah yang penting BBM Subsidi tetap harganya, tidak naik,” kata Laode. BBM subsidi yakni Biosolar dan Pertalite. 

Dalam tangkapan layar yang beredar itu, disebutkan pula kenaikan harga BBM seiring tren kenaikan Harga Indeks Pasar (HIP) di tengah lonjakan harga minyak dunia imbas perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Selain itu, penyesuaian harga BBM disebut mempertimbangkan perlunya gap harga yang cukup lebar dari pesaing demi memitigasi gejolak sosial di segmen Jenis BBM Umum (JBU) saat terjadi kenaikan harga yang signifikan.