Ekspansi jadi penopang prospek Hermina (HEAL) pada 2026, semak rekomendasinya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Setelah sahamnya terkoreksi 15,32% sepanjang tahun lalu, prospek PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dinilai tetap solid memasuki 2026. Ekspansi jaringan dan peningkatan permintaan layanan kesehatan menjadi faktor pendukung utama bagi emiten rumah sakit ini.

Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa pelemahan harga saham HEAL pada 2025 lebih mencerminkan penyesuaian valuasi dan dinamika sentimen pasar.

“Fundamentalnya tidak mengalami pelemahan yang signifikan. Koreksi kemarin lebih ke arah repricing, bukan karena bisnisnya memburuk,” kata Azis kepada Kontan, Senin (12/1/2026).

HEAL menargetkan pembukaan tiga rumah sakit baru pada 2026 sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju 70 rumah sakit pada 2030.

Berencana Ekspansi RS Baru, Simak Rekomendasi Saham Medikaloka Hermina (HEAL)

Azis menilai ekspansi ini akan mendorong kinerja pendapatan, meski kontribusi laba biasanya belum optimal di tahap awal karena masih memasuki fase ramp-up operasional.

“Kontribusi pendapatan akan tumbuh bertahap, sementara profit dari rumah sakit baru biasanya belum akan maksimal di tahun pertama,” ujarnya.

Meski demikian, Azis menilai ekspansi jaringan tetap strategis untuk mendorong utilisasi dan efisiensi dalam jangka menengah. Seiring okupansi meningkat dan operasi semakin matang, margin HEAL berpeluang pulih secara gradual.

“Dengan jaringan yang lebih besar, utilisasi bisa naik dan efisiensi operasional juga terbantu. Ini yang akan menopang perbaikan margin,” kata dia.

  HEAL Chart by TradingView  

Sepanjang tahun ini, ada beberapa katalis yang berpotensi menggerakkan pergerakan saham HEAL. Azis menyebut percepatan okupansi rumah sakit baru, pertumbuhan pasien BPJS maupun non-BPJS, serta perbaikan margin operasional yang lebih stabil sebagai faktor positif yang perlu dicermati investor.

Namun demikian, investor tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko. Menurut Azis, tekanan biaya operasional dan potensi terlambatnya peningkatan okupansi pada fasilitas baru bisa menjadi tantangan tersendiri.

Selain itu, ketergantungan industri terhadap regulasi dan skema tarif BPJS Kesehatan juga menjadi variabel penting. “Sektor rumah sakit sangat dipengaruhi regulasi. Perubahan tarif BPJS atau mekanisme klaim bisa berdampak pada profitabilitas,” ujarnya.

Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham HEAL dengan target harga Rp1.535 per saham.