Ekspansi rumah sakit dorong prospek Hermina (HEAL) 2026, cek rekomendasinya

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan pada 2026, seiring berlanjutnya strategi ekspansi jaringan rumah sakit yang agresif.

Emiten rumah sakit ini menargetkan pembukaan tiga rumah sakit baru pada 2026 sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk memiliki total 70 rumah sakit pada 2030. 

Head of Research KISI Muhammad Wafi menilai ekspansi tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pendapatan melalui peningkatan volume pasien.

Wafi menuturkan, pembukaan rumah sakit baru akan mendorong pendapatan secara langsung. Namun, dari sisi laba bersih, kinerja berpotensi tertekan dalam jangka pendek akibat tingginya biaya awal operasional. 

Kencana Energi Lestari (KEEN) Teken Kontrak dengan PLN untuk Proyek PLTS Tobelo

Meski demikian, tekanan tersebut dinilai bersifat sementara, mengingat periode ramp-up rumah sakit Hermina relatif cepat, sekitar 6-9 bulan hingga mencapai utilisasi optimal.

Dari sisi katalis positif, kinerja HEAL ditopang oleh potensi kenaikan tarif INA-CBG serta peningkatan kontribusi layanan spesialis dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Kedua faktor ini diyakini dapat memperbaiki struktur pendapatan perseroan ke depan.

“Sementara itu, risiko terbesar inflasi medis dan persaingan biaya SDM dokter spesialis berpotensi menekan margin operasional,” ujar Wafi kepada Kontan, Senin (19/1/2026).

Agung Podomoro (APLN) Ungkap Penjualan Mall Deli Park, Nilainya Rp 2,44 Triliun

Dari sisi kinerja keuangan, HEAL sendiri mencatatkan laba bersih sebesar Rp 356,02 miliar hingga September 2025, turun 23,95% secara tahunan (YoY). 

Memasuki 2026, laba bersih HEAL diproyeksikan Wafi dapat berpeluang mengalami pemulihan. Rumah sakit hasil ekspansi pada tahun-tahun sebelumnya diharapkan mulai mencatatkan EBITDA positif, didukung oleh efisiensi operasional yang semakin membaik.

Dengan mempertimbangkan prospek tersebut, Wafi merekomendasikan buy saham HEAL dan target harga Rp 1.650 per saham.