GXS Bank borong saham Superbank (SUPA), total 2,44 miliar lembar!

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — GXS Bank Pte. Ltd. selaku pemegang saham di atas 5% PT Super Bank Indonesia Tbk. tercatat memborong saham SUPA dengan jumlah mencapai 2,44 miliar lembar pada Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 29 Mei 2026, GXS Bank memborong saham SUPA sebanyak 2.446.594.050 atau 2,44 miliar lembar saham dengan harga rata-rata Rp327,00 per saham. Dengan demikian, total nilai transaksi mencapai sekitar Rp800,03 miliar.

Sejalan dengan aksi tersebut, total kepemilikan saham yang dikuasai GXS Bank Pte. Ltd. meningkat dari semula 3,53 miliar lembar menjadi 5,98 miliar lembar saham SUPA. Porsi kepemilikan GXS Bank Pte. Ltd. turut mengalami penyesuaian dari sebelumnya 10,44% menjadi 17,66%.

: SUPA Tak Buru-buru Kejar Free Float 15%, Bos Superbank Buka Suara

Di tengah transaksi pembelian saham oleh salah satu pemegang saham pengendali, harga saham SUPA mengalami tren pelemahan pada tahun ini. Tercatat, harga saham SUPA turun 10,16% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD) menjadi Rp840 pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Di sisi lain, SUPA mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp78.19 miliar pada kuartal I/2026. Raihan laba bersih pada periode ini tumbuh signifikan 31.051,39% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan posisi kuartal I/2025 yang sebesar Rp251,00 juta.

: : BI Genjot Kredit Lewat Pinisi, Superbank (SUPA) Soroti Permintaan yang Masih Lesu

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, kinerja positif pada periode ini menunjukkan bahwa strategi perusahaan dalam membangun bank dengan layanan digital berbasis ekosistem semakin memberikan hasil yang nyata.

“Kami juga melihat momentum pertumbuhan ini akan terus berlanjut, didukung oleh fundamental yang kuat serta permodalan yang solid dengan CAR di level 84,1%, sambil tetap menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penerapan prinsip kehati-hatian,” kata Tigor dalam keterangannya, dikutip pada Jumat (29/5/2026).

: : Aturan RBB Bakal Diarahkan untuk Dukung Program Prabowo, Begini Kata Bos Superbank

Kinerja positif pada kuartal I/2026 didorong oleh pertumbuhan yang kuat di berbagai lini bisnis. Hingga Maret 2026, total aset perseroan menanjak 70,54% YoY menjadi Rp23,9 triliun, seiring dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp11,4 triliun atau tumbuh 50,34% YoY.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 103,89% YoY menjadi Rp14,4 triliun, mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Superbank.

Kinerja intermediasi juga turut mendorong profitabilitas, dengan Pendapatan Bunga Bersih (NII) meningkat 90,97% YoY menjadi Rp504 miliar. Return on Equity (ROE) turut menanjak menjadi 4,13%,.

Pada saat yang sama, efisiensi operasional terus membaik, tercermin dari penurunan Cost to Income Ratio (CIR) menjadi 57,19%, sementara kualitas aset tetap terjaga dengan NPL Gross di level 2,10%.

Adapun sejak perdana diluncurkan pada Juni 2024, Superbank telah melayani lebih dari 6 juta nasabah, dengan transaksi harian melampaui 1 juta transaksi per hari.

Ke depan, perseroan berkomitmen untuk terus mengakselerasi pertumbuhan melalui inovasi teknologi, pendalaman penetrasi di segmen ritel dan UMKM, serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem digital untuk memperluas akses layanan keuangan secara inklusif.