
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA – Harga buyback emas Antam masih terpaut Rp405.000 dari rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH).
Berdasarkan data Logam Mulia Rabu (3/6/2026), harga buyback emas Antam tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Banderol pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) itu bertahan di Rp2.584.000.
Posisi harga buyback terkini masih terpantau masih berjarak Rp405.000 dari rekor ATH. Terakhir kali harga menyentuh rekor tertinggi di Rp2.989.000 pada 29 Januari 2026
: Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 3 Juni 2026
Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.
Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.
Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Sebagaimana diketahui, pergerakan harga buyback emas Antam sejalan dengan mahar logam mulia di pasar global.
Diberitakan Bisnis sebelumnya, Analis Wall Street optimistis terhadap prospek harga emas dalam jangka pendek, setelah pada pekan lalu, pergerakan logam mulia itu pulih di tengah kemungkinan gencatan senjata diperpanjang di Timur Tengah.
: : Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Rabu 3 Juni 2026
Marc Chandler, Direktur Pelaksana di Bannockburn Global Forex menjelaskan bahwa logam kuning itu telah dijual di bawah rata-rata pergerakan 200 hari pada awal sesi Kamis (29/5/2026), untuk pertama kalinya dalam 2 tahun. Emas terus melanjutkan pemulihan pada akhir pekan ketika mencapai level tertinggi 3 hari, sedikit di atas U$4.543 per ons.
“Gencatan senjata yang diperpanjang dipahami sebagai hal positif bagi emas karena menghilangkan potensi sumber likuidasi—eksportir minyak, dan kebutuhan likuiditas oleh beberapa importir minyak,” kata Chandler, dilansir Kitco, Senin (1/6/2026).
Dia melanjutkan bahwa pergerakan di atas area US$4.585 per ons akan meningkatkan sentimen teknis.
Rich Checkan, Presiden dan COO Asset Strategies International juga bertaruh bahwa harga emas akan naik dalam waktu dekat. Hal itu dengan asumsi bahwa rumor tentang kesepakatan gencatan senjata yang akan segera terjadi antara AS dan Iran benar, harga emas seharusnya naik sebagai akibatnya.
“Ini adalah pola yang telah kita lihat sejak Februari. Perang menyebabkan harga minyak lebih tinggi, inflasi lebih tinggi, dan potensi kenaikan suku bunga. Perdamaian seharusnya membawa semuanya ke arah yang berlawanan.”