
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari mengatakan, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih moderat. Menurutnya, penurunan saham terjadi karena konflik geopolitik dan sejalan dengan pelemahan bursa regional.
“Bursa lain ada turun lebih dalam dan naik tipis pada hari ini ini seiring dengan tensi geopolitik dan perang timur tengah dan ekspektasi kebijakan moneter yang kami perkirakan hawkish,” ujar Kiki di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5).
Dia juga menuturkan, penurunan IHSG usai pengumuman MSCI masih dalam kategori wajar. “Kalau kita lihat bahwa pelemahan IHSG masih moderate yaitu di 1,98 persen pada hari pertama pengumuman MSCI, dan juga kemarin di 1,85 persen di 18 Mei setelah libur panjang,” jelasnya.
Kiki memastikan pergerakan IHSG saat ini sudah lebih lebih mendekati fundamental. “Sekarang IHSG pergerakannya juga relatif sejalan dengan indeks acuan MSCI maupun subindeks utama seperti LQ45 dan juga IDX30 dan juga IDX80,” ujar Kiki.
IHSG sesi I anjlok 202,97 poin (-3,08 persen) ke level 6.396,27. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 15,13 triliun dengan volume 27,96 miliar saham dan frekuensi 1,73 juta kali. Ada 96 saham naik, 611 saham turun, dan 107 saham stagnan.