IHSG anjlok, jumlah investor saham di Jatim malah naik 33,15% YoY

Ussindonesia.co.id SURABAYA — Jumlah Single Investor Identification (SID) saham di Jatim tercatat sebanyak 1.107.791 SID, tumbuh 33,15% (year on year/yoy) hingga November 2025. 

Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari mengatakan jumlah SID Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 188.022 SID, meningkat 17,21% yoy, sementara SID reksa dana tercatat 2.096.095 SID atau tumbuh 25,29% yoy.

“Peningkatan tersebut mencerminkan perluasan partisipasi masyarakat dalam pasar modal, khususnya pada segmen investor ritel,” katanya dikutip Rabu (28/1/2026).

: IHSG Anjlok Gara-gara MSCI, Seskab Teddy hingga Gubernur BI Rapat di Kantor Airlangga

Dari sisi aktivitas perdagangan saham, kata dia, nilai transaksi beli pada November 2025 tercatat sebesar Rp25.729 miliar, meningkat 97,50% yoy. Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan adanya penguatan minat investor terhadap saham seiring membaiknya persepsi terhadap kondisi pasar.

Sejalan dengan itu, nilai transaksi jual mencapai Rp26.111 miliar, dengan pertumbuhan 118,83% yoy, yang mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan dan realisasi keuntungan (profit taking) di tengah pergerakan harga saham yang lebih dinamis.

: : Prajogo Pangestu Borong Jutaan Lembar Saham CUAN Kala IHSG Amblas

Secara keseluruhan, menurutnya, total transaksi saham pada November 2025 tercatat sebesar Rp51,840 triliun, tumbuh signifikan 107,70% yoy dibandingkan November 2024 sebesar Rp24,959 triliun. 

Kenaikan ini, katanya, mengindikasikan peningkatan likuiditas dan pendalaman aktivitas pasar saham di wilayah Jatim.

: : Purbaya dan Petinggi Danantara Temui Airlangga, Bahas IHSG Trading Halt?

Dari sisi kepemilikan saham, ujar dia, nilai kepemilikan saham pada November 2025 tercatat sebesar Rp146.741 miliar, meningkat 41,81% yoy dibandingkan

Desember 2024. Peningkatan tersebut mencerminkan kombinasi antara akumulasi kepemilikan saham oleh investor serta kenaikan valuasi saham seiring dengan pergerakan harga pasar.

Pada industri pengelolaan investasi, kinerja reksa dana menunjukkan penguatan. Nilai penjualan reksa dana pada November 2025 tercatat sebesar Rp5.833 miliar, tumbuh 249,28% yoy. 

Dari sisi jumlah nasabah, terdapat peningkatan jumlah nasabah, terutama pada segmen institusi yang mencapai 1.803 nasabah,

tumbuh 70,90% yoy, serta nasabah perorangan sebanyak 173.000 nasabah, tumbuh 38,40% yoy.

Sementara itu, pada segmen Securities Crowd Funding (SCF), hingga November 2025 di Jatim tercatat 33 penerbit dengan 7.802 pemodal, serta total penghimpunan dana mencapai Rp61 miliar.

“Secara umum, kinerja Pasar Modal di Jatim hingga November 2025 menunjukkan kondisi yang terjaga dan relatif stabil, tercermin dari pertumbuhan pada sejumlah indikator pasar, serta mendukung pendalaman pasar keuangan,” ucapnya.

IHSG Anjlok

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,91% ke level 7.828,47 pada penutupan sesi I perdagangan, Kamis (29/1/2026). Seiring pelemahan indeks, sejumlah saham terafiliasi konglomerat seperti BUMI, PTRO, hingga AMRT kompak terperosok ke zona merah.

Data RTI Business menunjukkan IHSG melemah 5,91% atau turun 492,08 poin dengan rentang pergerakan di kisaran 7.481–8.027. Total perdagangan saham mencapai 42,90 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp32,75 triliun dan frekuensi 2,55 juta kali. Sebanyak 65 saham menguat, 720 saham melemah, dan 22 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa tercatat sebesar Rp14.205 triliun.

Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) milik Grup Bakrie anjlok 14,97% atau 250 poin ke level Rp250 per saham. Saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu ambles 14,73% atau 1.075 poin ke posisi Rp6.225 per saham. Sementara itu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) milik konglomerat Djoko Susanto terkoreksi 13,87% atau 240 poin ke level Rp1.495 per saham.

Dari deretan top losers, saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (GOLF) tercatat paling jeblok dengan penurunan 15% atau 48 poin ke Rp272 per saham. Selanjutnya, saham PT Jaya Mas Metal Mineral Tbk. (JMAS) turun 15% ke Rp204 per saham, disusul saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) yang merosot 14,98% atau 340 poin ke level Rp1.930 per saham.

Adapun saham yang menguat di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang naik 2,88% ke Rp1.605 per saham, disusul PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) yang menguat 1,65% ke Rp1.845 per saham, serta PT Asuransi Jasa Tania Tbk. (ASGR) yang naik 1,34% ke Rp1.510 per saham.

Sebelumnya, perdagangan IHSG sempat mengalami trading halt atau penghentian sementara pada pagi hari, Kamis (29/1/2026), setelah indeks jatuh hingga 8% dan menyentuh level 7.654,66. Penurunan tajam tersebut menjadi kejadian kedua sepanjang 2026. Sebelumnya, trading halt juga terjadi pada Rabu (28/1/2026) menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menunda rebalancing pasar saham Indonesia untuk periode Februari 2026.

IDX COMPOSITE INDEX – TradingView