
Ussindonesia.co.id – Pasar saham Indonesia dibuka zona hijau pada level 8.991 pada perdagangan awal pekan, Senin (12/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih bertahan hijau di level 8.964 pada pukul 09.59 WIB, naik 27,97 poin atau 0,31 persen.
Mengutip data RTI Business, volume transaksi di perdagangan tercatat 18.426 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 10.778 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 1.487.227 kali.
Pada awal perdagangan sesi sebanyak 344 saham tercatat menguat 321 saham melemah, dan 141 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan memproyeksi pada perdagangan pekan ini IHSG masih berada dalam fase bullish meski berpotensi bergerak lebih selektif.
Proyeksi itu berlaku terhitung Senin-Kamis, 12–15 Januari 2026 yang hanya berlangsung empat hari karena libur Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Jumat (16/1).
Ia merekomendasikan strategi follow the money dengan mencermati saham-saham yang masih berada dalam tren naik dan didukung aliran dana besar. Berdasarkan pantauan terakhir, sektor properti dan tambang menjadi dua sektor yang mencatatkan money flow paling dominan.
Meski demikian, investor tetap diminta disiplin dalam manajemen risiko dan mencermati sentimen kunci pekan ini, khususnya rilis data Neraca Perdagangan Indonesia periode Desember.
“Pasar menantikan apakah surplus perdagangan Indonesia masih berlanjut di tengah fluktuasi harga komoditas global. Angka surplus yang kuat akan memperkokoh nilai tukar rupiah dan menjaga minat investor asing,” ujar David dalam keterangannya, Senin (12/1).
Merespons proyeksi itu, analis dari IPOT merekomendasikan sejumlah saham dan reksa dana saham yang bisa dipertimbangkan untuk trading sepanjang pekan ini:
1. Buy BSDE
(Current Price: 950, Entry: 950, Target Price: 1.050 (10,53%), Stop Loss: 920 (-3,16%) dan Risk to Reward Ratio 1:3,3). Emiten BSDE (PT Bumi Serpong Damai Tbk) mengonfirmasi area support di level 920 dan indikator MACD mulai golden cross. Selain itu, money flow properti saat ini mulai menarik, sehingga emiten ini layak buy untuk trading pada pekan ini.
2. Buy on Breakout ARCI
(Current Price: 1.695, Entry: 1.695, Target Price: 1.875 (10,62%), Stop Loss: 1.625 (-4,13%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,6). Emiten ARCI (PT Archi Indonesia Tbk) menarik ditradingkan pada pekan ini karena sektor tambang emas saat ini masih sangat prospek di tengah terbentuknya harga konsolidasi dalam range yang sehat pada ARCI dan pada pekan ini ada potensi breakout.
3. Buy on Pullback INDY
(Current Price: 2.880, Entry: 2.700 (2.780), Target Price: 3.000 (11,11%), Stop Loss: 2.550 (-5,56%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,0). Emiten INDY (PT Indika Energy Tbk) saat ini sedang uptrend di atas MA5 dan secara price action sangat menarik dan layak untuk ditradingkan pekan ini.
4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD).
Cadangan devisa Indonesia kembali mencatat kenaikan signifikan pada Desember 2025 hingga mencapai USD 156,5 miliar atau meningkat tajam dibandingkan posisi bulan sebelumnya sebesar USD 150,1 miliar.
Penguatan ini terutama ditopang oleh penerimaan devisa dari pajak dan sektor jasa, keberhasilan penerbitan global sukuk pemerintah. Dengan posisi tersebut, cadangan devisa Indonesia kini memadai untuk membiayai 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor termasuk kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah. Dengan demikian Power Fund Series (PFS) XIHD berpotensi positif dengan dukungan neraca perdagangan yang kuat dan stabilitas ekonomi domestik.