IHSG dibuka turun 1,59% ke 6.984, saham big caps BBCA, BREN dan BBRI cs ambrol

Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka koreksi pada perdagangan hari ini, Senin (30/3/2026). Sejumlah saham yang turut dibuka merah antara lain adalah BBCA, BREN sampai BBRI.

Melansir IDX Mobile pukul 09.05 WIB, IHSG merosot 1,59% ke 6.984,21. Pasar mengawali sesi dengan transaksi 1,59 miliar saham senilai Rp1,45 triliun. Sebanyak 447 saham dibuka di zona merah, dan sisanya 136 saham dibuka menguat serta ada 375 saham masih stagnan.

IHSG yang dibuka melemah sejalan dengan pergerakan saham-saham big caps. Misalnya saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dibuka turun 3,36% ke Rp6.475, saham PT Barito Renewables Energi Tbk. (BREN) turun 4,52% ke Rp5.275, atau saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang melemah 1,17% ke Rp3.380.

: IHSG Hari Ini (30/3) Diproyeksi Melemah Lagi, Cek Saham AKRA hingga DSNG

Selanjutnya, ada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang turun 1,05% ke Rp4.710, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turun 4,08% ke Rp4.820, saham PT Astra International Tbk. (ASII) turun 1,63% ke Rp6.025, sampai saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang dibuka melemah 4,78% ke Rp1.095.

Di sisi lain, sejumlah saham berkapitalisasi besar masih bertenaga untuk melaju di zona hijau. Mereka antara lain adalah seperti saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang dibuka naik 0,57% ke Rp30.775, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) naik 1,63% ke Rp10.900, saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) naik 1,02% ke Rp1.990, sampai saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang menguat 1,97% ke Rp2.590. 

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pasar modal Tanah Air saat ini masih dibayangi sentimen dari kondisi global. Ketidakpastian kelanjutan upaya negosiasi AS-Iran mendorong harga minyak mentah menguat kembali, meskipun Iran memperbolehkan beberapa kapal melewati Selat Hormuz. Presiden Trump memperpanjang batas waktu serangan terhadap Iran hingga 6 April 2026, namun laporan tentang penambahan 10.000 pasukan AS semakin memicu kekhawatiran akan perang yang berkepanjangan. 

“Serangan Houthi Yaman terhadap Israel semakin menambah eskalasi perang. Konflik yang berlangsung lebih lama dikhawatirkan akan berdampak bukan hanya pada kenaikan harga saja, namun juga pada ketersediaan minyak mentah. Beberapa negara, terutama dari Asia, telah mengumumkan krisis BBM. Jika ini berlangsung lama dan meluas akan berdampak pada perlambatan ekonomi global serta memicu potensi stagflasi,” tulis laporan itu, Senin (30/3/2026).

Di pasar global Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (27/3) dan memasuki koreksi lima pekan berturut-turut. Pelemahan indeks dipicu oleh menguatnya kembali harga minyak mentah di tengah keraguan akan adanya negosiasi untuk mengakhiri perang antara AS-Iran. 

Sementara dari domestik, pasar akan menantikan perilisan sejumlah data ekonomi pada Rabu (1/4), yaitu indeks S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, serta inflasi. Pasar juga menantikan revisi aturan papan pemantauan khusus pada kuartal kedua 2026.  

“Menjelang long weekend dan batas waktu serangan AS, diperkirakan akan membuat investor cenderung berhati-hati jika tidak ada perubahan positif pekan ini. Diperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6.800-.7000,” tulis riset tersebut.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.