
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (2/4/2026), seiring pelemahan yang dialami saham Grup Barito BREN dan BRPT.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup melemah 2,19% atau turun 157,66 poin ke level 7.026,78. Terpantau sebanyak 558 saham melemah, 184 saham menguat, dan 216 saham stagnan.
Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak dalam rentang 7.019,23 – 7.161,80. Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp12,46 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 23,71 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,75 juta kali.
: IHSG Dibuka Turun 0,45% ke Level 7.153 Pagi Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Rp12.610 Triliun
Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh tekanan pada saham-saham big caps PT Barito Renewable Energy Tbk. (BREN) melemah 12,73% ke level Rp4. 800., selanjutnya saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 12,33% ke Level Rp 1.280, disusul saham PT Amman Mineral International Tbk. (AMMN).
Sejumlah saham dengan bobot besar yang menjadi penekan indeks antara lain saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) melemah 6,47% ke Level Rp1.880, serta saham PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) turun 4,75% ke Level Rp1. 605.
: : IHSG Diprediksi Rawan Koreksi, Cermati Saham ARCI hingga INET
Sebaliknya saham yang mengalami penguatan adalah saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menguat 4,40% ke Level Rp1. 305, saham PT Dian Swastika Sentosa Tbk. (DSSA) naik, 70% ke Level Rp70. 375, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) meningkat 2,12% ke Level Rp10. 850 dan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,15% ke Level Rp6. 575.
Tim riset Phintraco Sekuritas memperkirakan sentimen global dipicu oleh harapan akan segera berakhirnya perang AS-Iran. Presiden Trump juga mengisyaratkan bahwa AS berencana keluar dari perang tersebut dalam dua hingga tiga pekan.
: : Sinyal Rebound IHSG, Musim Dividen dan Valuasi Murah Jadi Katalis
Sentimen domestik berasal dari rilis data Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia melemah di level 50.1 pada Maret 2026 dari 53.8 di Februari 2026 (1/4).
Sementara itu surplus neraca perdagangan turun menjadi US$1,28 miliar di Februari 2026 dari US$3,09 miliar di Februari 2025. Namun surplus pada Februari 2026 tersebut lebih tinggi dibandingkan surplus US$0,96 miliar di Januari 2026. Sedangkan inflasi bulan Maret 2026 melambat menjadi 0,41% MoM dan 3,48% YoY dibandingkan inflasi Februari 2026 yang sebesar 0,68% MoM dan 4,76% YoY.
BEI secara resmi memperbarui aturan mengenai minimum free float 15% bagi perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia. Aturan ini akan diterapkan secara bertahap dengan berbagai skema yang telah disiapkan BEI.
Perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar minimum Rp5 triliun dan sampai saat ini memiliki tingkat free float di bawah 12,5%, wajib memenuhi jumlah saham free float sebesar 12,5% paling lambat pada 31 Maret 2027 dan memenuhi ketentuan free float 15% paling lambat pada 31 Maret 2028.
Sedangkan emiten yang telah mencapai angka free float 12,5% hingga kurang dari 15%, wajib memenuhi ketentuan free float 15% pada 31 Maret 2027.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.