IHSG ditutup moncer di perdagangan perdana 2026, saham BUMI hingga HUMI melonjak

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 8.748,13 pada perdagangan perdana 2026, Jumat (2/11/2025). Sejumlah saham dengan nilai transaksi tinggi seperti saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) hingga PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) melonjak.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatatkan penguatan sebesar 1,17% ke level 8.748,13. IHSG dibuka di level 8.676,74 pada perdagangan hari ini.

IHSG berada di level terendah 8.664,98 dan mencatatkan level tertinggi sepanjang perdagangan hari ini di level 8.748,13.

: Purbaya Prediksi IHSG Tembus 10.000 pada 2026, Realistis Dicapai?

IHSG ditutup dengan nilai transaksi yang diperdagangkan mencapai Rp22,13 triliun, volume transaksi 48,82 miliar lembar, dan frekuensi transaksi 3,07 juta kali. Adapun, market cap pasar modal Indonesia mencapai Rp16.013 triliun.

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 508 saham menguat, 206 saham melemah, dan 244 saham tak beranjak atau stagnan.

: : Grafik Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat, 2 Januari 2026

Deretan saham dengan nilai transaksi tinggi mencatatkan penguatan harga pada perdagangan hari ini. Saham BUMI misalnya naik 14,75%.

Kemudian, saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 11,94% dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 7,27%.

: : Modal IHSG Tembus 10.000 pada 2026 Kata Menkeu Purbaya

Selain itu, saham pelayaran PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) menanjak 20,24% dan HUMI melonjak 24,81%.

Terdapat deretan saham yang mencatatkan kinerja harga paling kinclong atau top gainers. Harga saham PT Logindo Samuderamakmur Tbk. (LEAD) menanjak 33,77%, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB) naik 25%, dan PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI) naik 25%.

Terdapat pula sejumlah saham dengan kinerja paling jeblok atau top losers. Harga saham PT Gowa Makasar Tourism Development Tbk. (GMTD) turun 12,57%, PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. (LMAX) turun 8,54%, PT Chitose International Tbk. (CINT) turun 8,2%.

Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat terdapat sejumlah sentimen yang menyertai pergerakan IHSG pekan ini. Investor telah menantikan sejumlah data ekonomi domestik yang dirilis hari ini.

S&P Global mencatat Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencapai level 51,2 pada Desember, turun dari 53,3 pada November.

Neraca perdagangan untuk periode November 2025 diprediksi membukukan surplus sebesar US$2,7 miliar dari surplus US$2,4 miliar di Oktober 2025. Lalu, data inflasi pada Desember 2025 diestimasikan melambat menjadi 2,5% sewa tahunan (year on year/YoY) dari 2,72% YoY di November 2025. 

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.