IHSG masih rawan tertekan pada Kamis (4/6), ini kata analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG anjlok 4,11% atau turun 254,36 poin ke level 5.941,07, sekaligus menembus level psikologis 6.000.

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai koreksi tajam ini menjadi sinyal bahwa pasar tengah mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius.

“Penurunan ini tidak hanya dipicu oleh faktor eksternal seperti memanasnya konflik AS-Iran, tetapi juga diperberat oleh sentimen domestik yang belum menemukan titik terang,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).

Meski Kinerja Tersendat pada Kuartal I, Prospek AADI pada Tahun 2026 Masih Menarik

Ia menjelaskan, tekanan dari dalam negeri terlihat dari pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, kekhawatiran terhadap kebijakan ekonomi, serta derasnya arus keluar dana asing.

“Di tengah bursa Asia yang mayoritas justru menguat, ini menunjukkan tekanan terhadap pasar domestik lebih banyak berasal dari faktor internal,” jelasnya.

Hendra menilai, pergerakan pasar sangat dipengaruhi oleh persepsi risiko investor terhadap prospek ekonomi ke depan.

Ketika terdapat kesenjangan antara narasi fundamental yang disampaikan dengan realitas di pasar, maka kepercayaan investor cenderung menurun.

“Investor akan memilih menunggu atau memindahkan dana ke negara lain yang dianggap lebih stabil,” tambahnya.

Dari sisi aliran dana, ia mencatat investor asing masih melanjutkan aksi jual.

Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp864 miliar, sementara secara year to date telah mencapai sekitar Rp67 triliun.

Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menopang indeks.

Untuk perdagangan Kamis (4/6/2026), Hendra memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan tekanan.

“IHSG berpeluang menguji area psikologis di kisaran 5.800 hingga 6.000 sebelum menemukan keseimbangan baru,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai koreksi yang terjadi juga membuka peluang dari sisi valuasi, terutama bagi investor jangka panjang.

“Banyak saham unggulan sudah berada di area menarik, namun pembelian sebaiknya dilakukan secara bertahap karena risiko koreksi lanjutan masih terbuka,” katanya.

Sementara itu, bagi trader jangka pendek, ia menekankan pentingnya disiplin dalam manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang tinggi.

Ke depan, ia menilai pemulihan pasar sangat bergantung pada kembalinya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi domestik.

“Pasar membutuhkan kepastian dan konsistensi kebijakan. Selama itu belum terlihat, investor perlu lebih selektif dan menghindari keputusan yang didorong kepanikan,” pungkasnya.

IHSG Masih Rawan Koreksi pada Kamis (4/6), Simak Rekomendasi Analis