IHSG naik 3,49% sepekan, analis nilai sentimen pasar belum pulih

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah sempat melemah signifikan menyusul interim freeze rebalancing oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai belum mencerminkan pemulihan kepercayaan pasar sepenuhnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG selama sepekan periode 9–13 Februari 2026 menguat 3,49% dan ditutup di level 8.212,271 dari posisi 7.935,260 pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga naik tipis 0,37% menjadi 2,74 juta kali transaksi, dari 2,73 juta transaksi pada pekan sebelumnya.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menilai penguatan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan kepercayaan terhadap transparansi dan kredibilitas pasar saham Indonesia. Hal itu tercermin dari masih berlanjutnya aksi jual bersih investor asing, terutama pada saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

: Arah IHSG dan Ramalan Saham Cuan di Tahun Kuda Api 2026

“Untuk saat ini, kami belum melihat tanda-tanda penguatan yang berkelanjutan, meskipun regulator dan bursa telah mengeluarkan sejumlah kebijakan guna memperbaiki persepsi, kredibilitas, serta tingkat investabilitas pasar,” ujarnya dikutip, Senin (16/2/2026).

Dia menilai sebelum MSCI mengumumkan keputusan final terkait status pasar saham Indonesia, risiko volatilitas IHSG masih tinggi dengan potensi berlanjutnya tekanan jual investor asing.

: : Suntikan Tenaga Pergerakan IHSG Setelah Liburan Imlek 2026

Data BEI menunjukkan investor asing mencatatkan jual bersih Rp2,03 triliun hingga akhir pekan lalu. Secara akumulatif sejak awal 2026, nilai jual bersih asing telah mencapai Rp16,49 triliun.

Rully memperkirakan arah IHSG dalam jangka pendek masih berpotensi fluktuatif seiring ketidakpastian keputusan MSCI, dinamika arus modal global, serta sentimen eksternal seperti prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dan pergerakan harga komoditas dunia.

: : IHSG Sepekan Menguat 3,49%, Net Sell Asing Tembus Rp16,49 Triliun

Dari sisi domestik, peluang penguatan tetap terbuka apabila kebijakan pemerintah dan regulator mampu menegaskan komitmen terhadap peningkatan tata kelola serta likuiditas pasar. Stabilitas makroekonomi yang relatif terjaga, inflasi rendah, serta potensi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia juga dinilai dapat menjadi katalis positif bagi saham berorientasi domestik.

“Namun demikian, kami melihat investor akan tetap selektif hingga terdapat kepastian lebih lanjut mengenai status Indonesia dalam klasifikasi pasar MSCI serta arah kebijakan moneter global,” ujarnya.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.