
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/1/2026) sore ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 42,83 atau 0,47 persen ke posisi 9.075,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,34 poin atau 0,83 persen ke posisi 889,43.
“Indeks saham di Asia ditutup beragam dengan kecenderungan melemah karena pasar global bereaksi terhadap pelemahan harga saham-saham di sektor teknologi dan penurunan tajam harga minyak,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari dalam negeri, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik 0,2 persen year on year (yoy) pada November 2025, atau melambat dari laju kenaikan 0,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya, yang dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik.
Pada pekan depan, pelaku pasar menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 20-21 Januari 2026, yang diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen seiring kurs Rupiah yang masih melemah.
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data pertumbuhan kredit periode Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen year on year (yoy) dari 7,74 persen (yoy).
Dari kawasan Asia, data Producer Price Index (PPI) Jepang mencatatkan inflasi di level produsen naik 2,4 persen (yoy) pada Desember 2025, atau tertinggi sejak bulan Mei 2024, melambat dari laju kenaikan 2,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, bank sentral Korea Selatan yaitu Bank of Korea (BOK) sesuai ekspektasi pasar mempertahankan suku bunga acuan di 2,5 persen, atau mempertahankan selama lima bulan beruntun.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC,empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang keuangan yang naik sebesar 1,20 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 1,16 persen dan 0,96 persen.
Sedangkan, tujuh sektor melemah yaitu sektor industri turun paling dalam sebesar 2,17 persen,diikuti oleh sektor barang baku dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing sebesar 0,79 persen dan 0,51 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ZATA, ESTI, INOV, BELL dan CHEM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NICL, SGER, ACST, BNBR dan JGLE.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.373.659 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,63 miliar lembar saham senilai Rp28,25 triliun. Sebanyak 339 saham naik, 331 saham menurun, dan 113 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 202,30 poin atau 0,37 persen ke 54.138,89, indeks Hang Seng melemah 76,19 poin atau 0,28 persen ke 26.923,81, indeks Shanghai melemah 13,48 poin atau 0,33 persen ke 4.112,60, dan indeks Strait Times menguat 20,83 poin atau 0,47 persen ke 4.833,33.