
IHSG sempat mencatatkan penurunan signifikan pada perdagangan siang ini pukul 14.28 WIB, Senin (12/1). IHSG anjlok 207,052 poin atau 2,32 persen ke level 8.729,702.
Meski IHSG mulai menunjukkan rebound, berdasarkan data RTI hingga pukul 15.10 WIB, IHSG masih di zona merah atau turun 50,510 poin atau melemah 0,57 persen ke level 8.886,244.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menjelaskan anjloknya IHSG pada perdagangan siang ini akibat adanya aksi ambil untung (profit taking) dari emiten sektor energi.
“Kami mencermati koreksi dari IHSG ini dibebani oleh emiten-emiten energi yang tadi sempat terkoreksi kurang lebih 2 persen di mana kami perkirakan adanya kemungkinan aksi ambil untung setelah beberapa emiten energi menguat signifikan,” kata kepada kumparan, Senin (12/1).
Dia memperkirakan IHSG dapat kembali rebound meskipun masih ada dalam teritori negatif.
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menuturkan ada profit taking dari saham energi.
“Terdapat aksi profit taking saham energi turut merupakan indikasi sebagai salah satu penyebab terkoreksinya IHSG,” ujarnya.
Selain itu sentimen eksternal utamanya faktor geopolitik juga disebut berpengaruh pada melemahnya IHSG.
“Hemat saya berkaitan dengan dinamika geopolitik. Sebelumnya kan di kawasan Amerika Latin, terus beranjak ke kawasan Timur Tengah,” kata Nafan.
Sepanjang perdagangan, indeks sempat mencapai level tertinggi di 9.000,967 dan menyentuh level terendah di 8.715,411.
Nilai transaksi pada penutupan pasar tercatat sebesar Rp 34,023 triliun dengan volume perdagangan mencapai 64,316 miliar saham.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 4.438.681 kali. Secara keseluruhan, sebanyak 282 saham menguat, 439 saham melemah, dan 90 saham berakhir stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada penutupan hari ini mencapai Rp 16.159,106 triliun.