Indeks Bisnis-27 ditutup menguat, saham PGEO, ADRO, JPFA melaju

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (13/1/2026). Sejumlah saham seperti PGEO, ADRO, atau JPFA menjadi pendorong laju indeks hari ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup menguat 1,25% ke level 565,26. Dari 27 konstituen, sebanyak 21 saham menguat, 5 saham melemah, dan 1 saham stagnan.

Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang naik 9,01%, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) naik 6,51%, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menguat 5,38%.

Selain itu, saham PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 4,29%, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) menguat 3,61%, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 3,03%, atau PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat 2,84%.

: IHSG Sesi I Terkoreksi Tipis, Saham Emiten Prajogo Kompak Loyo

Sejumlah saham perbankan Tanah Air juga tercatat naik, dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 2,84%, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 1,05%, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 0,62%, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 0,54%.

Sebaliknya, kinerja lesu ditampilkan oleh saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terkoreksi 6,88%, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) melemah 2,43%, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melemah 1,96%, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) terkoreksi 0,96%, dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) terkoreksi 0,43%.

Saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menjadi satu-satunya saham yang stagnan hari ini.

Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memproyeksikan IHSG bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah hari ini. Kegagalan indeks bertahan di level psikologis 9.000 menjadi sinyal kewaspadaan bagi investor. 

Menurutnya, pelemahan IHSG sebesar 0,58% ke level 8.884,72 pada Senin (12/1) memicu aksi ambil untung secara masif. Tekanan jual terutama menyasar saham-saham konglomerasi yang telah mencatatkan reli panjang. 

“Pelemahan ini juga disinyalir sebagai antisipasi pasar terhadap pengumuman kebijakan baru perhitungan free float oleh MSCI pada akhir bulan ini,” ujar Valdy dalam riset harian yang diterima Bisnis, Selasa (13/1/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.