Ini deretan proyek yang bakal topang pendapatan KBAG pada 2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten pengembang properti, PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) mengincar pertumbuhan pendapatan seiring dengan pengembangan proyek baru baik di Balikpapan maupun wilayah lainnya.

Direktur Karya Bersama Anugerah Budi Hariyanto Hartono menjelaskan pertumbuhan pendapatan pada 2026 terutama akan ditopang proyek yang sedang berjalan di Balikpapan, Kalimantan Timur, yaitu Green Valley 2 dan Green Hill @Sepinggan.

Di proyek Green Valley, KBAG telah menyelesaikan pembangunan 11 blok (Blok A hingga Blok K) yang terdiri dari 864 unit rumah susun sederhana milik (rusunami). Progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 100%.

KBAG juga telah menyelesaikan pembangunan 24 unit rumah tapak (landed house), dengan progres pembangunan mencapai 100%. Pada akhir 2025, KBAG telah menyelesaikan pembangunan Blok M yang mencakup 60 unit rusunami dan 20 unit kios.

IHSG Ditutup Turun 0,92% ke 6.905 pada Senin (11/5), BMRI, CUAN, ESSA Top Losers LQ45

Memasuki 2026, kata Budi, KBAG kembali memulai pekerjaan konstruksi untuk pembangunan Blok N yang terdiri atas 84 unit rusunami dan 12 unit kios. Proyek ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2026.

“Tahun ini, kami akan menerapkan strategi pemasaran yang aktif dan dinamis dengan memasang iklan baik di media konvensional maupun media digital hingga aktif mengikuti pameran perumahan,” jelasnya, Senin (11/5/2026).

Budi bilang, dalam mendorong penjualan properti, strategi KBAG juga mengembangkan desain yang menarik dan fungsional karena target pasar kebanyakan adalah kalangan menengah yang merupakan kaum milenial.

Selama 2025, KBAG terus fokus pada pengembangan proyek-proyek seperti Green Valley 2 dan Green Hill @Sepinggan. Di mana, fokus utama KBAG adalah mengoptimalkan proyek eksisting.

“Oleh karena itu, KBAG mengoptimalkan proyek-proyek yang sedang berjalan agar selesai tepat waktu dan siap dipasarkan,” kata Budi Hariyanto Hartono.

Di samping proyek yang sudah ada, KBAG juga memiliki sejumlah portofolio aset melalui entitas usahanya, yakni PT Singasari Purabuana, PT Arthapurwa Budijaya, dan PT Kharismatama Niagamakmur.

  KBAG Chart by TradingView  

PT Singasari Purabuana (SPB), sebagai entitas anak langsung, memiliki tanah seluas 1.083.358 meter persegi, yang terletak di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Dati II Bogor, Jawa Barat.

“Di mana, proyek tersebut akan dikembangkan menjadi perumahan. Kami sedang melakukan kegiatan tahap persiapan seperti pembebasan lahan,” jelas Budi.

PT Arthapurwa Budijaya (APB) sebagai entitas anak langsung, memiliki tanah seluas 641.269 meter persegi yang terletak di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Area tersebut akan dikembangkan menjadi perumahan dan saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.

PT Kharismatama Niagamakmur (KNM), entitas anak langsung, memiliki properti investasi dengan luas sebesar 6.895 meter persegi yang terletak di Kecamatan Cengkareng, Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, DKI Jakarta.

“Dengan lokasi yang premium, kami berencana mengembangkan apartemen dan berbagai fasilitas penunjangnya. Kami juga berencana untuk memperluas wilayah operasional di Jakarta Barat dan Jonggol, yang berkembang pesat,” paparnya.