
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi kembali mendapat sentimen dari eksternal dan internal untuk perdagangan pekan ini.
Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup melemah 2,08% ke posisi 7.935,26 pada Jumat (6/2/2026). Alhasil, IHSG anjlok hingga 4,73%, disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing di seluruh pasar yang mencapai Rp 3,62 triliun di pekan lalu.
Memasuki perdagangan pekan depan antara 9 Februari–13 Februari 2026, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, perhatian pasar akan tertuju pada sejumlah rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, China, dan Indonesia yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan global maupun domestik.
Dari Amerika Serikat, data inflasi menjadi sorotan utama dengan proyeksi penurunan ke level 2,5% yoy dari 2,7% yoy pada periode sebelumnya, yang dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.
Cermati Rekomendasi Saham yang Layak Dilirik untuk Hari Ini (9/2)
Selain itu, initial jobless claims diperkirakan berada di kisaran 235 ribu, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di 4,4% mencerminkan pasar tenaga kerja yang mulai melandai.
Dari China, pasar akan mencermati rilis data inflasi yang diproyeksikan turun menjadi 0,4% yoy dari 0,8% yoy, mengindikasikan tekanan permintaan domestik yang masih lemah dan ruang kebijakan yang lebih longgar bagi otoritas setempat.
Data ini penting mengingat peran China sebagai mitra dagang utama Indonesia dan pengaruhnya terhadap sentimen komoditas global.
Di dalam negeri, fokus investor tertuju pada rilis penjualan ritel Desember 2025 sebagai indikator daya beli masyarakat menjelang akhir tahun, serta data penjualan mobil Januari 2026 yang akan memberikan gambaran awal mengenai tren konsumsi dan permintaan domestik di awal tahun. Data-data ini akan menjadi konfirmasi lanjutan atas ketahanan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di luar rilis data ekonomi, pasar juga masih akan mencermati perkembangan kebijakan Moody’s, khususnya dampaknya terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia yang mengalami penurunan outlook, mengingat potensi implikasinya terhadap persepsi risiko, biaya pendanaan, dan sentimen investor.
Saham Baru IDX80 Februari–April 2026 Masih Tertekan, Cek Peluang BREN, CUAN & HRTA
“Secara keseluruhan, dengan masih tingginya faktor kehati-hatian global dan domestik, pergerakan pasar pada pekan ini diproyeksikan bervariasi cenderung melemah terbatas, dengan level support di 7.716 dan resistance di 8.207,” terang Imam, Minggu (8/2/2026).
Imam membagikan sejumlah rekomendasi saham yang layak dicermati untuk perdagangan pekan depan, antara lain:
1. PT Panin Financial Tbk (PNLF)
- Rekomendasi: Buy on pullback
- Entry: Rp 270-Rp 272
- Target harga: Rp 292
- Stop loss: Di bawah Rp 260
2. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
- Rekomendasi: Buy
- Entry: Rp 2.080
- Target harga: Rp 2.240
- Stop loss: Di bawah Rp 2.000
PANI Chart by TradingView
3. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)
- Rekomendasi: Buy
- Entry: Rp 8.925
- Target harga: Rp 9.600
- Stop loss: Di bawah Rp 8.600