Investor profit taking, harga emas spot melorot hari ini

Ussindonesia.co.id  LONDON. Harga emas merosot pada Kamis (15/1/2026) karena investor mengambil keuntungan alias profit taking setelah logam mulia tersebut mencapai rekor tertinggi pada sesi sebelumnya.

Tambah lagi, nada yang tampaknya lebih lunak dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan Iran juga meredam permintaan aset aman atau safe haven.

Kamis (15/1/2026), harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.589,71 per ons, pada pukul 0501 GMT. Pada sesi sebelumnya, harga emas batangan mencapai rekor US$ 4.642,72. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari turun 0,9% menjadi US$ 4.594,10.

“Hari ini, kita melihat bahwa emas sedikit turun setelah (Trump) mengatakan mungkin kita tidak akan campur tangan di Iran, menahan permintaan aset aman, tetapi cerita yang lebih besar (tentang kenaikan logam mulia ini) tidak akan hilang,” kata Ilya Spivak, Kepala Makro Global di Tastylive seperti dikutip Reuters.

Rekor Terus! Harga Emas Antam Hari Ini (15/1) Naik Rp 10.000 ke Rp 2.675.000 Per Gram

Dengan kepemimpinan Iran yang mencoba meredam kerusuhan domestik terburuk sejak revolusi 1979, Teheran mengancam AS akan menyerang pangkalan militer di wilayah tersebut, sebagai upaya untuk mencegah ancaman intervensi militer berulang Trump.

Namun, di Gedung Putih, Trump mengisyaratkan bahwa ia mengambil sikap menunggu dan melihat terhadap krisis tersebut.

Sentimen lain yang menekan harga emas adalah pernyataan Trumpyang tidak berencana untuk memecat Ketua Fed Jerome Powell, meskipun ada penyelidikan kriminal Departemen Kehakiman. Naun, Trump menambahkan bahwa “terlalu dini” untuk mengatakan apa yang akan ia lakukan pada akhirnya.

Faktor lain, data klaim pengangguran mingguan AS untuk minggu pertama Januari akan dirilis hari ini, yang dapat memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan moneter Fed. Para pedagang mengantisipasi dua pemotongan suku bunga tahun ini.

Lingkungan suku bunga rendah, ketidakpastian geopolitik dan ekonomi secara tradisional menguntungkan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas.

Sementara itu, harga perak spot turun 5,5% menjadi US$ 87,62 per ons setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di US$ 93,57 pada awal sesi.

Awal 2026 Cetak Rekor, Prospek Emas US$5.000 per Ons Makin Terbuka