JP Morgan dan investor kakap yang akumulasi saham GOTO

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Sederet pemodal jumbo terpantau tetap mengakumulasi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di tengah tekanan jual investor asing sepanjang perdagangan 19–23 Januari 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, JP Morgan Chase & Co menjadi salah satu pembeli terbesar dengan mengakumulasi 511,34 juta saham GOTO pada Jumat (23/1/2026). Aksi tersebut meningkatkan kepemilikan perbankan investasi asal Amerika Serikat itu di saham GOTO menjadi 4,22 miliar saham atau 0,37% dari total ekuitas beredar.

Adapun, cost basis per share atau harga rata-rata JP Morgan di saham GOTO berada pada kisaran Rp67,39 per unit.

Aksi beli juga dilakukan UBS yang menambah 237,33 juta saham GOTO pada Selasa (20/1/2026), sehingga total kepemilikannya mencapai 1,55 miliar saham atau 0,14%. Harga reratanya Rp99,09.

Selain itu, Goldman Sachs tercatat menambah 36,52 juta saham pada Kamis (22/1/2026), dengan total kepemilikan 3,78 miliar saham atau 0,33%, serta harga rerata Rp63,22. Pada hari yang sama, investor Eropa, Credit Agricole juga menambah 11,63 juta saham GOTO, meningkatkan kepemilikannya menjadi 4,73 miliar unit atau 0,41% dengan harga rerata Rp78,81.

Aksi beli investor kakap tersebut terjadi di tengah tekanan jual asing di pasar reguler, sebagaimana tecermin dari data Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang pekan lalu, 19–23 Januari 2026, investor asing terpantau membukukan aksi jual bersih atau net foreign sell sebanyak 6,57 miliar saham GOTO dengan nilai sekitar Rp418,3 miliar sepanjang pekan ini.

Nilai net sell itu dihitung secara agregat dengan menggunakan harga saham harian GOTO pada pekan ini.

Bila diperinci, tekanan jual terbesar pemodal luar negeri di saham GOTO terjadi pada Senin (19/1/2026) dengan net sell 2,18 miliar saham senilai Rp143,79 miliar. Pada hari itu, harga saham GOTO ditutup pada level Rp66.

Saat itu, investor asing terpantau menjual (foreign sell) 4,73 miliar saham GOTO. Pada saat yang sama, pemodal luar negeri mengakumulasi (foreign buy) 2,55 miliar saham Gojek.

Net foreign sell di saham GOTO pun terus terjadi sepanjang pekan ini. Pada Selasa (20/1/2026) asing kembali mencatat net sell 502,79 juta saham atau senilai Rp33,18 miliar di harga Rp66 per saham. 

Kondisi serupa kembali terjadi pada Jumat (23/1/2026). Bahkan, dalam perdagangan Jumat, aksi jual dan beli investor asing di saham GOTO menjadi yang tertinggi dalam sepekan.

Pada hari terakhir perdagangan pekan lalu, investor asing terpantau menjual 5,92 miliar saham GOTO dan pada saat yang sama ada pemodal luar negeri mengakumulasi 4,31 miliar saham Gojek. Alhasil, tercatat net foreign sell sebesar 1,61 miliar saham atau setara Rp96,54 miliar saat harga turun ke level Rp60.

Sepanjang pekan lalu, GoTo Gojek Tokopedia konsisten menjadi saham dengan foreign sell terbesar di BEI, mengungguli PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) pada posisi kedua.

Di sisi lain, harga saham GOTO tercatat menurun bertahap dari Rp66 ke Rp60 per saham pada periode yang sama. Pada Jumat, harga saham GOTO ditutup melemah 3,23% atau melanjutkan tren koreksi dalam sepekan terakhir yang telah mencapai minus 11,76%. 

Sejak awal tahun, saham GOTO juga terpantau masih ‘memerah’ dengan koreksi sebesar 6,25%.

————————–

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.