
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan harga saham rokok kompak menghijau pada awal perdagangan hari ini, Kamis (15/1/2026). Penguatan tersebut terjadi seiring rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menambah satu lapis atau layer tarif cukai rokok pada tahun ini.
Pada perdagangan hingga pukul 10.10 WIB, saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) mencatatkan penguatan tertinggi di antara emiten rokok lainnya, naik 2,05% ke level Rp1.740 per saham.
Selanjutnya, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat 1,83% ke posisi Rp15.275 per saham. Sementara itu, PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) naik 1,61% ke level Rp378 per saham dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) turut menguat tipis 0,65% ke level Rp775 per saham.
Tarif Cukai Rokok Tidak Naik di Tahun 2026, Begini Rekomendasi Saham Sektor Rokok
Perlu diketahui, penambahan layer cukai ini dilakukan untuk memberi ruang kepada pengusaha rokok ilegal akan masuk ke dalam sistem yang legal.
“Kita akan memastikan satu layer baru, mungkin masih didiskusikan ya. Untuk memberi ruang kepada yang ilegal-ilegal untuk masuk menjadi legal,” ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Dengan begitu, para pengusaha rokok ilegal tersebut bisa membayar cukai sesuai dengan ketentuan ke kas negara.
“Jadi mereka akan bayar pajak juga nanti,” katanya.
Saham Emiten Rokok Kompak Ngebul Usai Pemerintah Tak Naikkan Cukai pada 2026
Purbaya menambahkan, aturan mengenai penambahan layer cukai rokok tersebut kemungkinan akan keluar pada pekan depan.
Setelah aturan tersebut keluar, Purbaya tidak akan main-main menjatuhkan sanksi kepada pengusaha rokok yang masih beroperasi secara ilegal.
“Setelah layer itu keluar, nanti kalau peraturan keluar mungkin minggu depan kali ya, kalau mereka masih main-main, saya akan hantam semuanya. Tidak ada ampun lagi,” tambahnya.
Cukai Jadi Penentu, Ini Strategi Trading Saham Rokok dari 2 Analis