MR DIY (MDIY) siap tebar dividen minimal 40% dari laba 2025

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Emiten ritel perkakas rumah tangga, PT Daya Intiguna Yasa Tbk. (MDIY) atau MR DIY Indonesia berencana membagikan dividen tunai minimal 40% dari laba bersih setelah pajak tahun buku 2025.

Rencana pembagian dividen ini akan diajukan untuk mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) mendatang.

Chief Financial Officer MR DIY Indonesia Rika Juniaty Tanzil mengatakan langkah tersebut didukung oleh fundamental keuangan perseroan yang kuat serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang solid.

: Lanjut Ekspansi, MDIY Bakal Buka 270 Toko MR. DIY Tahun Ini

Sejalan dengan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025, MDIY optimistis pembagian dividen ini dapat menjadi bentuk apresiasi bagi investor sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis perseroan.

“Kami mengumumkan rencana pembagian dividen minimal 40% dari laba bersih setelah pajak untuk tahun buku 2025 akan diajukan untuk disetujui dalam RUPST mendatang. Hal ini mencerminkan keyakinan kami terhadap kinerja laba perseroan sekaligus komitmen untuk terus memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

: : Induk MDIY Jadi Saham Ritel Terbaik di Asia Tenggara Januari 2026

Perseroan tetap optimistis terhadap prospek industri ritel nasional. Ketahanan konsumsi rumah tangga serta meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk dengan nilai guna tinggi dinilai menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan sektor ini.

Selain itu, kebutuhan konsumsi rumah tangga yang bersifat rutin di luar periode musiman atau hari raya turut mendukung permintaan produk-produk ritel yang terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat.

: : Intip Prospek MR DIY (MDIY) yang Baru Resmikan Toko ke-1.200

Menurutnya tingkat penetrasi ritel modern yang masih relatif rendah di berbagai wilayah Indonesia membuka peluang ekspansi yang besar bagi perseroan.

“Dengan penetrasi ritel yang masih relatif rendah di berbagai wilayah Indonesia, kami memiliki peluang besar untuk menangkap momentum pertumbuhan melalui ekspansi yang disiplin, eksekusi operasional yang konsisten, serta fokus berkelanjutan pada keterjangkauan harga dan aksesibilitas,” ujarnya.

MDIY mencetak laba bersih senilai Rp1,1 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh tipis sebesar 3% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp1,073 triliun.

Direktur Utama MDIY Edwin Cheah mengatakan pertumbuhan laba bersih tersebut dikontribusikan oleh laba pada kuartal IV/2024 senilai Rp338,6 miliar yang tumbuh mencapai 16,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya itu, pertumbuhan laba bersih juga sejalan dengan lonjakan pertumbuhan pendapatan sepanjang Januari hingga Desember 2025. Perseroan membukukan  pertumbuhan pendapatan sebesar 16,7% YoY menjadi Rp7,9 triliun.

Capaian ini didorong  oleh relevansi penawaran produk terhadap kebutuhan masyarakat serta eksekusi operasional yang disiplin di seluruh jaringan toko MR DIY Indonesia yang terus berkembang.

“Secara keseluruhan pertumbuhan kinerja yang solid pada 2025 mencerminkan skalabilitas model operasional Perseroan dan manajemen finansial yang disiplin, sehingga mampu menghasilkan profitabilitas yang konsisten,” ujarnya.

Dia melanjutkan capaian ini juga menunjukkan ketangguhan model bisnis berbasis nilai yang dimiliki oleh Perseroan, di tengah dinamika kondisi makroekonomi serta didukung oleh peningkatan produktivitas  operasional dan disiplin pengelolaan biaya, sehingga memperkuat momentum kinerja akhir  tahun.

Sepanjang 2025, MDIY juga membuka total sebanyak 272 toko baru sepanjang 2025 melebihi target ekspansi sebelumnya dengan tetap menjaga alokasi modal secara disiplin.

Ekspansi didukung oleh kemampuan Perseroan dalam menghasilkan kas internal yang solid. Hal ini tecermin dari arus kas operasional yang meningkat 70,2% YoY menjadi Rp1,3 triliun. MDIY juga mempertahankan gearing ratio yang sehat yakni 0,4x, menunjukkan ketahanan finansial serta struktur permodalan yang prudent.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.