
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Emiten properti dan real estate PT Bhakti Agung Propertindo Tbk. (BAPI) kedatangan nama investor baru dalam jajaran pemegang saham dengan kepemilikan jumbo.
Mengacu pada data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), nama Himawan Sutanto kini tercatat sebagai pemegang jumbo saham BAPI dengan kepemilikan saham di atas 5%.
Per 13 Februari 2026, Himawan Sutanto tercatat menggenggam sebanyak 700,03 juta (700.030.900) lembar saham BAPI atau setara dengan kepemilikan 12,52%.
Adapun, mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 31 Januari 2026, tidak ada nama Himawan Sutanto dalam jajaran pemegang saham BAPI di atas 5%.
Di sisi lain, PT Nugraha Prima Griyatama pada saat yang sama tercatat melepas sebanyak 700 juta lembar saham BAPI sehingga kepemilkannya di Bhakti Agung Propertindo tergerus dari 1,66 miliar (1.663.542.650) lembar atau setara dengan 29,75% menjadi 963,54 juta (963.542.650) lembar atau setara dengan 17,23%.
Adapun, transaksi jual beli saham BAPI oleh Himawan Sutanto dan Nugraha Prima Griyatama tercatat dilakukan lewat PT KB Valbury Sekuritas.
Sebagai gambaran, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Januari 2026, hanya ada dua nama dalam pemegang saham di atas 5% BAPI, yakni Nugraha Prima Griyatama dengan kepemilikan 1,66 miliar lembar (29,75%) dan PT Grha Agung Propertindo sebanyak 2,25 miliar (2.250.675.350) lembar atau setara dengan 40,25%.
Di lantai Bursa Efek Indonesia, saham BAPI pada perdagangan kemarin, Rabu (18/2/2026) ditutup dengan harga Rp36 per lembar, setelah dibuka dengan harga Rp39 per lembar. Sepanjang perdagangan, harga saham BAPI bergerak di rentang Rp36—Rp39 per lembar, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp201,31 miliar.
Sejak awal tahun (year-to-date/YtD) harga saham BAPI tercatat menguat tujuh poin atau naik 24,14%, begitu juga dalam 6 bulan terakhir terpantau menguat 24 poin atau naik 200%.v
—-
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.