OCBC Sekuritas siap bawa 3 IPO semester I/2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA — PT OCBC Sekuritas menyampaikan telah mengantongi mandat untuk mengantar tiga perusahaan melakukan initial public offering atau IPO yang akan dieksekusi pada 2026.

Direktur Utama OCBC Sekuritas  Betty Goenawan memperinci sebanyak satu perusahaan dijadwalkan IPO pada kuartal I/2026 sedangkan dua lainnya meluncur pada kuartal II/2026.

“Mandat yang sudah pasti adalah tiga perusahaan. Semuanya akan dikerjakan [tahapan] pada Semester I/2026. [Pencatatan] satu pada Kuartal I/2026, yang dua lagi pada Kuartal II/2026,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

: KPK OTT Pegawai Pajak Berujung Geledah Kantor Pusat, DJP Buka Suara

Dia melanjutkan salah satu perusahaan merupakan sektor logistik. Secara keseluruhan, sebutnya, nilai IPO tersebut berada pada kategori menengah atau medium size. Dia merinci satu di antaranya merupakan real IPO dan dua lainnya bersifat strategic atau technical IPO.

“Kalau untuk Semester II/2026 kami belum dapat mandat IPO, tetapi jika  semuanya lancar akan ada tambahan dua perusahaan lagi pada Semester II/2026,” terangnya.

: : Daftar Proyek Danantara Siap Groundbreaking Awal 2026

OCBC Sekuritas menegaskan selektivitas ketat dalam memilih perusahaan yang akan dibawa ke pasar modal. Perusahaan hanya akan menggarap IPO emiten dengan fundamental kuat, tujuan penggunaan dana yang jelas, serta komitmen pemegang saham untuk tetap terlibat dalam pengembangan jangka panjang.

“Kami sangat ketat. Perusahaan harus memiliki visi jelas dan komitmen pemegang saham tetap stay setelah IPO. Bukan model perusahaan yang hanya mengejar dana, lalu owner-nya keluar,” tegasnya.

: : Ulasan Media Asing Soal Prabowo ke IKN Nusantara Pertama Kali

Adapun sejumlah sektor yang dinilainya masih prospektif pada tahun kuda api ini meliputi logistik, teknologi, data center, dan consumer goods. Sementara sektor pertambangan dinilai kurang atraktif seiring ketatnya regulasi environmental, social and government atau ESG.

OCBC Sekuritas menilai pasar saham Indonesia masih memiliki fundamental kuat pada 2026, meski ketidakpastian geopolitik global terutama dari Amerika Serikat dan China, menjadi faktor risiko terbesar.

“Awal tahun ini sudah terlihat euforia yang tidak kita dapatkan pada 2023–2025. Jika Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga, minat investor ke pasar saham akan semakin besar,” jelasnya.

IHSG. – TradingView