Pengendali Abadi Nusantara Hijau Investama borong 1,90 miliar saham PACK

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — PT Eco Energi Perkasa sebagai pengendali PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. terpantau memborong jumbo saham emiten yang kini bertransisi dari industri kemasan menuju perdagangan mineral berkode saham PACK tersebut.

Mengacu pada data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 9 Februari 2026, Eco Energi Perkasa terpantau memborong sebanyak 1,90 miliar (1.905.328.427) lembar PACK melalui PT BCA Sekuritas.

Dengan aksi borong tersebut, kepemilikan Eco Energi Perkasa di PACK melonjak signifikan dari 753,5 juta (753.400.500) lembar atau setara dengan 10,03% menjadi 2,65 miliar (2.658.728.927) lembar atau setara dengan 28,14%.

Adapun, mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Desember 2025, Eco Energi Perkasa tercatat menggenggam sebanyak 753,4 juta lembar saham PACK atau setara dengan 47,16%. Artinya, sepanjang tahun berjalan 2026 atau periode Januari hingga 9 Februari 2026, Eco Energi Perkasa tercatat mengakumulasi sebanyak 1,90 miliar lembar saham PACK.

Di lantai bursa, pergerakan harga saham PACK pada perdagangan hari ini, Rabu (11/2/2026), dibuka dengan harga Rp270 per lembar, setelah kemarin ditutup dengan harga Rp246 per saham.

Sepanjang perdagangan hari ini hingga pukul 11.31 WIB, saham PACK terpantau berfluktuasi dan bergerak di rentang harga Rp230—Rp270 sebelumnya akhirnya bertengger di level Rp252 per lembar.

Dengan harga Rp252 per lembar, pergerakan saham PACK tercatat melemah 39,04 poin atau turun 13,41% dalam 6 bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar tercatat Rp1,83 triliun.

Sementara itu, sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD) 2026 pergerakan harga saham PACK tercatat menguat 95,87 atau naik 61,40% dan dalam satu tahun terakhir menguat 48,85 poin atau 22,24%.

Sepanjang tahun berjalan 2026, harga saham PACK sempat melonjak signifikan ke level Rp620 per lembar pada 26 Januari 2026 dan paling rendah berada di level Rp156,13 per lembar pada 2 Januari 2026.

—-

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.