Pengusaha yakin IHSG rebound, BEI-OJK sudah temui MSCI bahas free float

Ringkasan Berita:

  • Kadin Sulsel yakin masa depan pasar modal Indonesia akan bangkit
  • Pimpinan BEI, OJK, dan Danantara sudah menemui MSCI secara virtual
  • IHSG terkoreksi cukup dalam satu pekan terakhir dari 9000 ke kepala 7

 

Ussindonesia.co.id MAKASSAR — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan Andi Iwan Darmawan Aras optimis terhadap prospek pasar modal Indonesia di tengah tekanan yang sempat dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Menurutnya, koreksi tajam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir lebih mencerminkan gejolak jangka pendek, bukan pelemahan fundamental ekonomi nasional.

Tekanan jual deras setelah MSCI mempertanyakan free float saham-saham Indonesia.

“IHSG memang sempat tertekan cukup dalam, tetapi kami di Kadin melihat ini sebagai fase koreksi. Pasar modal Indonesia punya fondasi yang kuat dan sangat berpeluang rebound seiring fokus pemerintah pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Andi Iwan kepada wartawan Senin (2/2/2026).

Ia menilai, langkah cepat pemerintah merespons gejolak pasar menjadi sinyal positif bagi investor.

Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah bertemu secara virtual dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) Senin (2/2/2026).

Hasil pertemuan, BEI-OJK telah mengajukan proposal solusi terkait transparansi yang diminta MSCI.

Andi Iwan menilai, Pemerintah, serius membenahi berbagai regulasi pasar modal agar bursa Indonesia semakin terbuka, transparan, dan kredibel. 

Arah kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong reformasi internal untuk meningkatkan kualitas pasar saham nasional agar setara dengan bursa-bursa besar dunia.

Andi Iwan juga mengapresiasi sikap tegas pemerintah terhadap praktik manipulasi dan spekulasi yang merusak integritas pasar.

Menurutnya, penegakan hukum yang jelas dan konsisten justru menjadi fondasi penting bagi kepercayaan investor jangka panjang.

“Tidak boleh ada toleransi terhadap praktik yang mencederai pasar. Kadin melihat langkah pemerintah menjadikan penegakan hukum sebagai agenda utama adalah keputusan yang tepat,” katanya.

Ia menegaskan sinergi antara Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan aparat penegak hukumuntuk menindak pelanggaran aturan bursa dan undang-undang sektor keuangan akan memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia.

Di sisi lain, Andi Iwan mengingatkan di balik gejolak pasar, indikator fundamental ekonomi Indonesia masih sangat solid.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga tercatat mencapai 5,64 persen dan diperkirakan terus membaik pada periode berikutnya.

Inflasi juga berada di level terkendali, yakni 2,92 persen, masih dalam sasaran nasional. 

Cadangan devisa Indonesia hingga Desember mencapai sekitar 156,5 miliar dolar AS, setara dengan 6,2 bulan impor, sementara defisit fiskal tetap dijaga di bawah ambang batas 3 persen.

“Rasio utang kita juga relatif sehat, di kisaran 40 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas aman 60 persen. Ini menunjukkan ruang fiskal dan stabilitas makro kita masih sangat kuat,” jelasnya.

Dengan kombinasi reformasi regulasi, penegakan hukum yang tegas, serta fundamental ekonomi yang terjaga, Andi Iwan meyakini kepercayaan investor akan kembali pulih.

Ia menilai pasar modal Indonesia tetap menarik, tidak hanya bagi investor domestik, tetapi juga investor global.

“Kita optimistis, dengan konsistensi kebijakan dan keberanian pemerintah menjaga integritas pasar, IHSG akan kembali menemukan momentumnya. Ini bukan soal hari ini atau besok, tetapi arah jangka panjang ekonomi Indonesia yang tetap menjanjikan,” kata Andi Iwan.(*)