Tambang emas Pani mulai berproduksi, Merdeka Copper (MDKA) bakal melesat di 2026

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dinilai memiliki prospek kinerja yang semakin solid pada 2026, seiring percepatan pengembangan Tambang Emas Pani yang berpotensi menyokong kinerja MDKA.

Untuk diketahui, penambangan pertama (first mining) Tambang Emas Pani telah dimulai pada Oktober 2025, dengan target produksi emas perdana (first gold) pada kuartal I-2026. 

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai percepatan realisasi belanja modal Tambang Emas Pani akan akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja MDKA tahun ini.

Hasil Pertemuan dengan MSCI Bisa Beri Sinyal Awal Pemulihan Pasar

Pun rencana pembangunan fasilitas CIL (carbon-in-leach) satu tahap dengan kapasitas 12 juta ton per tahun (mtpa) dinilai dapat mempercepat pencapaian produksi puncak hingga 500.000 ons per tahun.

Sehingga produksi Tambang Emas Pani diperkirakan mencapai 79.000 ons pada tahun 2026 dan meningkat menjadi 125.000 ons pada 2028.

Selain itu, proyek TB Copper (Tambang Tujuh Bukit) juga dijadwalkan merilis pembaruan Pre-Feasibility Study (PFS) pada awal 2026. Pembaruan ini dinilai akan meningkatkan visibilitas pertumbuhan MDKA dalam jangka panjang.

“Produksi emas Pani pada 2026 bisa menjadi kontributor pendapatan signifikan bagi MDKA. Apalagi ditopang potensi efisiensi recovery rate yang lebih optimal,” ujar Wafi kepada Kontan, Senin (2/2/2026).

Tak hanya itu saja, dukungan juga datang dari operasi nikel PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) masih menunjukkan kinerja solid, terutama ditopang oleh tambang SCM. Produksi bijih saprolit tercatat melonjak 89%, sementara limonit naik 51%.

“Meski volume NPI menurun, margin tetap terjaga pada level sehat. Pengembangan hilirisasi juga menunjukkan kemajuan positif, dengan fasilitas AIM berada di jalur untuk mencapai produksi penuh pada akhir 2025,” ujar Tim Riset Ina Sekuritas dalam riset 7 Januari 2026.

Dari sisi eksternal, Wafi menilai tren harga emas global yang masih berada dalam fase bullish menjadi sentimen positif utama bagi kinerja MDKA. Selain itu, pasar juga berpeluang melakukan rerating terhadap valuasi operasional Tambang Emas Pani seiring meningkatnya visibilitas produksi.

Saham Bank Pelat Merah Bergerak Fluktuatif saat IHSG Ambruk, Simak Rekomendasi Analis

Sama halnya, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai dari sisi positif, harga emas masih memiliki daya tarik kuat sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian global. 

Kondisi tersebut turut diperkuat oleh tren akumulasi emas yang masih berlanjut oleh bank-bank sentral dunia.

Meski demikian, Ekky mengingatkan adanya potensi volatilitas jangka pendek yang perlu diwaspadai pelaku pasar. Salah satunya berasal dari isu pergantian kepemimpinan di Federal Reserve, pasca berakhirnya masa jabatan Jerome Powell, dengan mencuatnya nama Kevin Warsh sebagai kandidat pengganti.

Menurut Ekky, transisi kepemimpinan tersebut berpotensi mendorong aksi profit taking di pasar keuangan, seiring pelaku pasar mencoba menerka arah kebijakan suku bunga dan prospek penguatan dolar Amerika Serikat.

“Jika dolar AS menguat atau ekspektasi kebijakan moneter menjadi lebih ketat, harga emas biasanya bisa mengalami koreksi terlebih dahulu, meskipun tren jangka panjangnya masih ditopang oleh faktor geopolitik,” jelas Ekky kepada Kontan, Senin (2/2/2026).

Wafi juga mewaspadai sejumlah risiko yang perlu dicermati investor terhadap MDKA. Yakni beban bunga utang yang relatif tinggi serta fluktuasi harga komoditas masih menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.

Dari sisi kinerja keuangan, MDKA telah menunjukkan perbaikan signifikan. Hingga kuartal III-2025, perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 14,29 juta, berbalik dari rugi US$ 19,62 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Wafi, tren pemulihan ini berpeluang berlanjut pada 2026.

“Laba MDKA berpotensi tumbuh signifikan di 2026. Kombinasi cash cost yang rendah dari Tambang Pani dan harga emas yang tinggi bisa mendorong margin secara drastis,” jelas Wafi.

Kinerja MDKA Diproyeksi Membaik Disokong Tambang Emas Pani, Cek Rekomendasinya

Dengan berbagai katalis dan sentimen di atas, Wafi memberikan rekomendasi kepada investor untuk buy saham MDKA dengan target harga Rp 3.500 per saham.

Tim Riset Ina Sekuritas memberikan rekomendasi buy saham MDKA dengan target Rp 3.160 per saham. Sedangkan Analis Maybank Sekuritas Indonesia Hasan Barakwan merekomendasikan buy MDKA dengan target Rp 2.800 per saham.