Pertemuan BEI-MSCI: Sinyal positif pasar saham, IHSG siap rebound?

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Pertemuan lanjutan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dinilai menjadi sinyal positif bagi persepsi investor global terhadap pasar saham domestik dalam jangka menengah.

Head of Equity Research BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan menilai sejauh ini reformasi struktural pasar modal setelah keputusan MSCI freeze bulan lalu menjadi faktor penarik bagi pasar saham Indonesia dalam jangka menengah.

Sejumlah agenda pembenahan yang dilakukan seperti peningkatan keterbukaan pemegang saham hingga tingkat ultimate beneficial owner (UBO) 1%, granulasi data investor menjadi 28 subtipe, serta rencana peningkatan free float minimum menjadi 15% dalam tiga tahun, berpotensi memperbaiki persepsi global terhadap pasar saham Indonesia. Terutama setelah pertemuan lanjutan kedua kali ini.

: BEI Bakal Kirim Proposal Serupa MSCI ke FTSE Russell

“Pasar saham Indonesia berpotensi kembali menarik di mata investor global, terutama karena kombinasi valuasi yang relatif murah, kepemilikan asing yang rendah, serta peluang pemulihan pertumbuhan ekonomi apabila terdapat sinyal perbaikan yang kuat,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Terlebih sejauh ini, Menurutnya progres pembenahan pasar modal dan komunikasi dengan lembaga global juga dinilai berjalan ke arah yang positif. Langkah-langkah tersebut dianggap sejalan dengan standar perbaikan tata kelola dan transparansi yang selama ini menjadi sorotan lembaga indeks global seperti MSCI.

: : Bisikan Jurus Baru BEI dalam Pertemuan Kedua dengan MSCI

Sementara itu, terkait dengan penundaan evaluasi indeks oleh FTSE Russell sebelumnya juga tak terlalu dikhawatirkan pasar seiring kepemilikan investor asing yang sudah berada pada level rendah setelah arus keluar dana yang cukup besar sejak awal tahun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggelar pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) hari ini, Rabu (11/2/2026), sebagai tindak lanjut dari diskusi sebelumnya terkait peningkatan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia.

: : ACES Hingga CLEO Keluar dari Indeks MSCI Februari 2026, Analis: Tekanan Bersifat Sementara

Pelaksana Tugas Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari agenda pada 2 Februari 2026 yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman dokumen teknis pada 5 Februari 2026.

Dalam konferensi pers pascapertemuan kedua hari ini, BEI menambah satu rencana aksi, yakni membuka data shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi.

“Sore ini kami sampaikan update terkait pertemuan kami dengan MSCI barusan. [Pertemuan] hari ini menindaklanjuti pertemuan [dengan] MSCI di 2 Februari lalu yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengiriman dokumen teknis 5 Februari,” ujar Jeffry.

Dia menegaskan, sesuai norma yang disepakati bersama, seluruh isi maupun kesimpulan pertemuan terikat perjanjian kerahasiaan. Karena itu, BEI hanya menyampaikan poin-poin yang bersifat umum tanpa merinci detail maupun hasil akhir pembahasan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.