
Pemerintah akan mengevaluasi perusahaan taksi listrik Green SM setelah diduga menjadi salah satu penyebab kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Langkah evaluasi tersebut disampaikan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan. Selain itu, pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk melakukan penataan menyeluruh terhadap sistem keselamatan di perlintasan kereta api.
“Pemerintah pun berkomitmen untuk segera melakukan penataan secara menyeluruh, termasuk terkait sistem pengamanan yang memadai di perlintasan kereta api,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dikutip melalui Instagram Sekretariat Kabinet, Selasa (28/4).
Profil Green SM
Berdasarkan situs resminya, Green SM Indonesia merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan mobilitas berbasis kendaraan listrik asal Vietnam yang didirikan oleh miliarder Pham Nhat Vuong, yang juga menjabat sebagai Chairman Vingroup.
Baca juga:
- Taksi Green SM Buka Suara Usai Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
- Investigasi Kecelakaan KRL, Kemenhub Akan Evaluasi Operasional Taksi Green SM
- Kronologi Tabrakan Dua Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Ada Korban Tewas
GSM berdiri pada 6 Maret 2023 di Vietnam. Perusahaan ini menjalankan dua lini bisnis utama, yakni layanan pemesanan kendaraan listrik serta penyewaan mobil dan sepeda motor listrik. Untuk mendukung ekspansinya, GSM disebut memiliki investasi sekitar 20.000 mobil dan 60.000 sepeda motor listrik.
“Misi GSM adalah meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di masyarakat, sambil memperkenalkan kenyamanan, kecerdasan, dan keberlanjutan,” demikian dikutip dari laman resmi perusahaan.
Green SM mulai masuk ke pasar Indonesia pada Desember 2024 dan memulai operasional pada awal 2025 dengan fokus layanan di wilayah Jabodetabek. Di Indonesia, operasional perusahaan dijalankan melalui PT XanhSM Green and Smart Mobility Indonesia.
Seluruh armada Green SM menggunakan kendaraan listrik VinFast Limogreen model VF e34. Perusahaan mengusung konsep transportasi ramah lingkungan dengan menonjolkan pengalaman berkendara bebas emisi.
Di Indonesia, Green SM mengusung konsep “5 Janji Hijau”, yakni pengalaman unggul, pengemudi profesional, kendaraan berkualitas tinggi, harga terjangkau, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Sebelumnya, manajemen Green SM juga telah menyampaikan klarifikasi terkait kecelakaan di Bekasi Timur. Perusahaan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyebut masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang.
“Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” tulis manajemen Green SM Indonesia dalam keterangan resminya, Selasa (28/4).
Perusahaan menegaskan hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kejadian. Green SM juga menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan mendukung penuh proses penyelidikan.
“Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang,” lanjut pernyataan tersebut.
Green SM menambahkan keselamatan dan transparansi menjadi prioritas utama perusahaan, serta berkomitmen menjaga standar operasional ketat demi keamanan pengemudi, penumpang, dan masyarakat luas.