Prudential sebut koreksi IHSG tekan portofolio investasi asuransi syariah

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menilai hasil investasi industri asuransi syariah pada kuartal I/2026 dipengaruhi pergerakan IHSG dan penyesuaian dinamika pasar keuangan global serta domestik.

Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan hasil investasi asuransi syariah pada Maret 2026 mengalami kontraksi negatif atau minus Rp121,84 miliar, setelah sebelumnya pada Februari 2026 berada pada posisi positif sebesar Rp545,24 miliar.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama mengatakan dari sisi global, meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan pergerakan harga energi mendorong pergeseran alokasi investasi global. 

: Prudential Syariah Catat Total Kontribusi Bruto Rp4,2 Triliun, Tumbuh 9% pada 2025

“Sementara itu, dari sisi domestik, terdapat perkembangan terkait kondisi fiskal serta evaluasi pasar oleh penyedia indeks global yang turut memengaruhi dinamika pasar saham Indonesia,” katanya kepada Bisnis, dikutip pada Sabtu (23/5/2026).

Oleh karena itu, lanjutnya, kombinasi faktor tersebut memberikan dampak kepada pergerakan nilai instrumen investasi, khususnya pada portofolio berbasis ekuitas.

: : Prudential Syariah: Premi Terjangkau dengan Masa Proteksi Panjang Bisa Perluas Cakupan Asuransi

Kendati begitu, tegasnya, Prudential Syariah memandang kondisi ini sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar dan tetap dalam kerangka pengelolaan risiko yang terukur.

“Dalam menghadapi dinamika pasar, perusahaan secara konsisten menerapkan strategi investasi yang berlandaskan prinsip syariah, kehati-hatian, dan keberlanjutan,” sebut Vivin.

: : Di Tengah Koreksi Bancassurance, Prudential Syariah Gandeng Bank BSI

Dikatakan Vivin, Prudential Syariah  mengedepankan pendekatan selektif dengan fokus pada instrumen yang memiliki fundamental kuat. Kemudian, menjaga diversifikasi portofolio, termasuk pada sektor komoditas dan energi.

Pengelolaan risiko juga dilakukan secara aktif melalui pemantauan kondisi pasar dan penyesuaian alokasi aset secara disiplin untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas dan potensi imbal hasil.

Ke depan, tutur Vivin,  perusahaan melihat kondisi pasar hingga Semester I 2026 masih akan bergerak dinamis seiring perkembangan global dan domestik. 

“Namun demikian, prospek jangka menengah tetap didukung oleh valuasi pasar yang menarik, ketahanan ekonomi domestik, serta peluang pertumbuhan dari sektor komoditas dan pemulihan siklus ekonomi secara bertahap,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan hal itu terjadi karena pengaruh dari perubahan kondisi pasar.

“Termasuk pelemahan IHSG sebesar 14,42% secara month-to-month, yang berdampak pada kinerja instrumen investasi berbasis ekuitas dalam portofolio asuransi jiwa syariah,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026, dikutip pada Rabu (20/5/2026).

Sebab itu, OJK menyarankan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kinerja hasil investasi ke depan, industri perlu terus memperkuat diversifikasi portofolio pada instrumen yang lebih stabil.

“Kemudian, mengoptimalkan asset liability management [ALM], memperkuat manajemen risiko melalui stress testing, serta meningkatkan governance dan pengawasan internal dalam pengambilan keputusan investasi,” ujar Ogi.