Rupiah kembali melemah, level Rp 17.000 terbuka lebar, ini catatan analis

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg Kamis (15/1/2026) pukul 12.16 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,08% ke Rp 16.879 per dolar AS.

Sebelumnya, pada Rabu (14/1) rupiah di pasar spot menguat ke level Rp 16.865 per dolar AS. 

Analis menilai tekanan terhadap rupiah masih cukup besar. Pelemahan hingga menembus kisaran Rp 16.900 bahkan Rp 17.000 per dolar AS dinilai masih terbuka lebar.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pergerakan dolar Amerika Serikat yang masih kuat menjadi salah satu faktor utama yang membebani pergerakan rupiah. Selain itu, sentimen domestik turut memberikan tekanan, terutama kekhawatiran defisit anggaran yang berpotensi melewati batas 3% serta prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).

Rupiah Berbalik Melemah ke Rp 16.880 per Dolar AS di Tengah Hari Ini (15/1)

“Pelemahan rupiah cukup terbuka lebar. Bank Indonesia (BI) akan terus mengintervensi membatasi perlemahan dan volatilitas,” kata  Lukman kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Di sisi lain, Lukman menilai pelemahan dolar AS secara signifikan dapat memberikan ruang penguatan bagi rupiah. Namun, faktor tersebut dinilai belum cukup kuat tanpa dukungan dari perbaikan fundamental domestik.

“Perlu ada kemajuan data-data ekonomi domestik yang mungkin bisa mempengaruhi kebijakan BI dan pemerintah,” terang Lukman. 

Ia menambahkan, apabila kondisi ekonomi domestik menunjukkan perbaikan, pemerintah memiliki ruang untuk menghentikan kebijakan fiskal yang longgar serta menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah 3%.