
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) optimistis dapat menjaga kinerja solid hingga akhir tahun 2026. Emiten produsen jamu dan farmasi ini menargetkan pertumbuhan laba bersih 8% secara tahunan untuk tahun 2026, sejalan dengan proyeksi kenaikan pendapatan di level yang sama.
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi kinerja tahun 2025, di mana pendapatan dan laba SIDO diperkirakan tumbuh sekitar 5%.
Direktur Utama SIDO David Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya akan menggenjot berbagai strategi untuk merealisasikan target pendapatan dan laba tahun 2026, mulai dari peluncuran produk baru, penguatan efisiensi biaya, hingga peningkatan porsi penjualan ekspor.
“Kami menargetkan peningkatan pasar ekspor secara bertahap, dengan membuka pasar baru di kawasan Afrika, Asia Tenggara, dan Timur Tengah pada tahun 2026,” kata David kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).
Hadapi Tantangan Daya Beli, Begini Prospek Kinerja Sido Muncul (SIDO)
David menambahkan, kapasitas produksi SIDO saat ini masih memadai untuk menopang ekspansi penjualan di seluruh lini usaha, termasuk dalam memenuhi permintaan dari pasar ekspor.
Di sisi pasar domestik, SIDO juga akan memperkuat pangsa pasar dengan memperluas jaringan distribusi dan meluncurkan varian produk anyar. SIDO turut mendorong penetrasi ke kanal modern trade, e-commerce, serta jalur distribusi berbasis komunitas.
SIDO juga mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 120 miliar hingga Rp 150 miliar di tahun 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan dan penambahan peralatan produksi guna mendukung pengembangan produk serta peningkatan efisiensi operasional
SIDO Chart by TradingView
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai target pertumbuhan laba dan pendapatan SIDO pada 2026 masih realistis. Pasalnya, SIDO memiliki pricing power yang kuat untuk menaikkan harga jual tanpa menggerus permintaan. Ini juga ditopang oleh efisiensi operasional yang mampu menjaga margin tanpa kebutuhan capex yang agresif.
Dari sisi ekspansi, strategi SIDO untuk memperluas pasar ekspor juga dinilai tepat. Pasalnya, pasar domestik mulai memasuki fase matang.
“Jadi ekspansi ke negara yang karakter demografinya mirip bisa jadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan” ujar Wafi kepada Kontan, Rabu (14/1/2026).
Wafi menyarankan buy saham SIDO di target harga Rp 780 per saham.