Ussindonesia.co.id – Dominasi Michael Saylor sebagai ikon korporasi pemegang Bitcoin mungkin belum akan berakhir dari sisi jumlah kepemilikan, tetapi dari sisi valuasi perusahaan, Elon Musk berpotensi segera mengambil alih panggung. Jika IPO SpaceX berjalan sesuai ekspektasi pada Juni mendatang, perusahaan antariksa tersebut diproyeksikan menjadi perusahaan publik paling bernilai yang memiliki Bitcoin dalam neracanya.
Dikutip dari news.bitcoin.com, Rabu (27/5), manajer aset kripto Grayscale menyebut SpaceX berpotensi mengubah peta persaingan korporasi pemegang BTC. Berdasarkan dokumen registrasi S-1 yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat, SpaceX tercatat memiliki 18.712 BTC.
Dengan harga Bitcoin saat ini, kepemilikan tersebut bernilai sekitar USD 1,63 miliar atau setara Rp 29,1 triliun dengan kurs Rp 17.850. Menariknya, jumlah ini tidak berubah dibanding tahun sebelumnya.
Dalam dokumen itu, SpaceX menegaskan: “Perusahaan memiliki kepemilikan dan kontrol atas aset digitalnya, yang terdiri dari Bitcoin, dan menggunakan serta akan terus menggunakan kustodian pihak ketiga untuk menyimpan Bitcoin tersebut.”
SpaceX vs Strategy, Siapa Raja Bitcoin Korporasi?
Grayscale membedakan perusahaan pemegang Bitcoin ke dua kategori.
Pertama adalah Digital Asset Treasuries (DAT), yakni perusahaan yang pada dasarnya menjadi kendaraan investasi Bitcoin melalui pasar publik. Contoh paling dominan tentu Strategy milik Michael Saylor.
Strategy saat ini memegang 843.738 BTC, menjadikannya perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar secara absolut. Dengan harga saat ini, nilainya mencapai sekitar USD 75,3 miliar atau Rp 1.344 triliun.
Kategori kedua adalah perusahaan operasional yang menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari treasury management, bukan bisnis utama mereka. SpaceX masuk kelompok ini, bersama Tesla, Coinbase, dan Block.
Head of Research Grayscale, Zach Pandl, menegaskan: “SpaceX diperkirakan akan menjadi perusahaan publik paling bernilai yang memegang bitcoin.”
Artinya, meskipun Strategy masih menjadi whale terbesar dari sisi jumlah BTC, SpaceX bisa mengungguli semua dari sisi market cap perusahaan.
Valuasi SpaceX Bisa Sentuh USD 2,5 Triliun
Prediksi ini bukan tanpa dasar.
Data prediction market Polymarket menunjukkan probabilitas tertinggi menempatkan valuasi IPO SpaceX di kisaran USD 2 triliun hingga USD 2,5 triliun, atau sekitar Rp 35.700 triliun hingga Rp 44.625 triliun.
Peluang skenario ini diperkirakan sekitar 40 persen.
Sebagai pembanding, valuasi sebesar itu akan langsung menempatkan SpaceX di jajaran perusahaan paling bernilai di dunia.
Itulah yang membuat kepemilikan Bitcoin SpaceX menjadi sorotan market kripto.
Tren Baru Korporasi Pemegang Bitcoin
Grayscale melihat tren perusahaan operasional yang menyimpan BTC akan terus tumbuh, bahkan jika jumlah perusahaan model DAT justru menurun.
“Kami percaya jumlah bisnis terdiversifikasi yang memegang BTC akan meningkat seiring waktu, bahkan jika jumlah DAT menurun. Dinamika ini dapat memperkuat permintaan BTC dan menopang nilainya dalam jangka panjang,” jelas Pandl.
Narasi ini penting bagi pasar kripto karena menunjukkan Bitcoin tidak lagi hanya dilihat sebagai aset spekulatif, tetapi mulai masuk ke strategi treasury korporasi besar.
Jika tren ini berlanjut, permintaan BTC dari perusahaan publik bisa menjadi katalis tambahan di luar ETF spot dan investor institusional tradisional.
Bagi market, IPO SpaceX bukan sekadar cerita perusahaan Elon Musk masuk bursa. Ini juga bisa menjadi momen simbolis ketika Bitcoin semakin diterima sebagai bagian dari neraca perusahaan global papan atas.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.