
Ussindonesia.co.id JAKARTA — Manuver PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) melalui bisnis gaming mulai membuahkan hasil. Meskipun demikian, sejumlah risiko diperkirakan masih membayangi BUKA untuk 2026 ini.
Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis Setyo Wibowo menjelaskan strategi Bukalapak (BUKA) bergeser ke sektor gaming mencerminkan upaya perseroan mencari sumber pertumbuhan baru di luar e-commerce inti yang pertumbuhannya relatif terbatas.
Hal ini dilakukan BUKA dengan potensi dari besarnya basis pengguna digital dan peluang monetisasi melalui konten serta layanan digital.
“Namun, sektor gaming memiliki tingkat persaingan tinggi dan membutuhkan investasi serta eksekusi yang kuat agar dapat berkontribusi signifikan terhadap pendapatan dan profitabilitas,” kata Azis, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, saat ini investor perlu mencermati kemampuan BUKA mengendalikan biaya, kejelasan monetisasi dari lini gaming, serta dampaknya terhadap kinerja grup secara keseluruhan.
: Bukalapak (BUKA) Masih Kantongi Rp4,28 Triliun Dana IPO sampai Akhir 2025
Sementara itu, Analis Maybank Sekuritas Etta Rusdiana Putra melalui risetnya memperkirakan momentum pertumbuhan BUKA akan berlanjut, terutama didorong oleh bisnis gaming. Maybank Sekuritas memperkirakan segmen ini akan menyumbang Rp5,4 triliun pada tahun penuh 2026, atau sekitar 80% dari total pendapatan, dengan pertumbuhan 7% secara tahunan.
Dengan keluarnya BUKA dari marketplace yang sangat kompetitif, Maybank Sekuritas memandang BUKA berhasil menghindari kebutuhan untuk melakukan belanja pemasaran yang mahal.
“Kami memandang bisnis inti BUKA kini berfokus pada distribusi gaming dan layanan O2O, yang dilengkapi dengan ekspansi selektif ke operasi ritel dan investasi,” tulisnya.
Etta juga mencermati BUKA akan mempertahankan efisiensi biaya pada 2026. Namun, lanjutnya, terbatasnya peluang pertumbuhan dalam ekosistem teknologi membatasi potensi perusahaan untuk memperoleh valuasi premium.
“Secara positif, kami memperkirakan BUKA akan tetap konservatif dalam mengelola dan menggunakan cadangan kasnya yang besar,” tuturnya.
Adapun untuk rekomendasi saham BUKA, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi wait and see untuk BUKA, dengan menunggu sinyal konfirmasi ketika bisa breakout area Rp160 per saham. Sementara itu, Maybank Sekuritas memberikan rekomendasi hold untuk BUKA, dengan target price Rp170 per saham.
Maybank Sekuritas menuturkan pihaknya memandang BUKA berfungsi layaknya perusahaan holding investasi, dengan peluang terbatas untuk ekspansi bisnis yang signifikan.
“Karakteristik ini menciptakan skenario perangkap kas, dengan cadangan kas BUKA yang besar kecil kemungkinannya untuk dialokasikan ke inisiatif pertumbuhan dengan imbal hasil tinggi,” ujar Etta.
Bukalapak.com Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.