
Ussindonesia.co.id Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Senin (5/1/2026), didorong oleh pemulihan saham teknologi serta lonjakan saham sektor energi menyusul operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Melansir Reuters pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 93,4 poin atau 0,19% ke level 48.475,81. S&P 500 menguat 33,7 poin atau 0,49% ke posisi 6.892,19, sementara Nasdaq Composite melonjak 214 poin atau 0,92% ke level 23.449,67.
Austindo Nusantara (ANJT) Bebenah Usah Ganti Pengendali, Simak Rekomendasi Sahamnya
Presiden AS Donald Trump pada Minggu (4/1/2026) menyatakan bahwa serangan lanjutan terhadap Venezuela masih mungkin dilakukan apabila sisa anggota pemerintahan Maduro tidak bekerja sama dalam upaya Washington untuk “memperbaiki” kondisi negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah operasi militer AS yang menangkap Maduro.
Pelaku pasar menilai langkah keras AS terhadap kepemimpinan Venezuela berpotensi membuka akses perusahaan Amerika ke cadangan minyak terbesar di dunia.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa embargo AS terhadap minyak Venezuela masih tetap berlaku.
Saham perusahaan energi AS pun melonjak. Exxon Mobil menguat 2,8% dan Chevron naik 6,4%. Sementara itu, ConocoPhillips, SLB, dan Halliburton mencatatkan kenaikan antara 6% hingga 8%.
Meski Lesu, Saham Big Caps LQ45 Masih Punya Peluang Bangkit di 2026
Kendati perkembangan geopolitik akhir pekan cukup dramatis, reaksi pasar minyak global relatif terbatas. Investor cenderung menahan diri untuk tidak mengambil posisi besar.
“Reaksi harga minyak yang relatif tenang menunjukkan pelaku pasar melihat melampaui perkembangan geopolitik jangka pendek dan lebih fokus pada prospek produksi, sanksi, serta arus investasi ke depan,” kata David Morrison, analis pasar senior di Trade Nation.
Selain sektor energi, sejumlah saham pertahanan juga menguat menyusul aksi militer Washington. Saham produsen drone AeroVironment dan Kratos Defense masing-masing naik 3,4%.
Pada pekan sebelumnya, indeks Wall Street ditutup melemah akibat aksi jual di saham teknologi. Namun pada perdagangan Senin, sektor tersebut mulai stabil. Nvidia menguat 1,5% dan Broadcom naik 1,6% dalam perdagangan pra-pasar.
Hartadinata (HRTA) Raih Akreditasi untuk Emas Batangan, Begini Pandangan Analis
“Sentimen risiko membaik karena aksi di Venezuela dipandang sebagai kejadian satu kali, sementara pasar saham global terdorong oleh ekspektasi biaya energi yang lebih rendah,” tulis Bob Savage, Head of Markets Macro Strategy BNY, dalam catatannya.
Pelemahan pekan lalu juga mematahkan ekspektasi terjadinya Santa Claus rally, yakni kecenderungan penguatan pasar pada lima hari perdagangan terakhir Desember dan dua hari pertama Januari.
Meski demikian, ketiga indeks utama Wall Street membukukan kenaikan dua digit sepanjang 2025 untuk tahun ketiga berturut-turut, sebuah rekor yang terakhir terjadi pada periode 2019–2021.
Dow Jones juga mencatat delapan bulan kenaikan beruntun hingga Desember, terpanjang sejak 2017–2018.
Tak Hanya Elektronik, Erajaya (ERAA) Geber Pertumbuhan Bisnis dari Dua Segmen Ini
Pekan ini, perhatian investor tertuju pada rangkaian data pasar tenaga kerja AS, termasuk laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat mendatang.
Data tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter The Fed pada 2026.
Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga sekitar 60 basis poin sepanjang tahun ini, berdasarkan data LSEG.
Selain itu, data aktivitas manufaktur AS versi Institute for Supply Management (ISM) untuk Desember dijadwalkan rilis setelah pembukaan pasar.
Di saham lain, emiten terkait kripto menguat mengikuti lonjakan harga Bitcoin yang menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan.
Laju Kinerja Jasa Marga (JSMR) Kencang Usai Libur Nataru, Ini Rekomendasi Sahamnya
Strategy naik 3,7%, Riot Platforms menguat 3,3%, dan Coinbase melonjak 3,9% setelah Goldman Sachs dilaporkan menaikkan rekomendasi saham tersebut menjadi “buy” dari sebelumnya “neutral”.
Saham produsen chip memori juga menguat seiring laporan potensi kelangkaan pasokan yang dapat mendorong kenaikan harga. Micron Technology naik 2,8%, Western Digital menguat 3,1%, dan Sandisk naik 2,6%.