
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) memulai pembangunan proyek pekerjaan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA.
Pekerjaan tersebut dilakukan WEGE lewat kerjasama operasional (KSO) dengan PT Jaya Kirana Sakti (WEGE–JKS KSO). Nilai kontrak proyek tersebut sebesar Rp253 miliar.
Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA berlokasi di Jl. Penjernihan II No.10, Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Direktur Operasi II WEGE, Dwi Purnomo mengatakan, proyek ini memiliki total durasi 640 hari kalender. Target penyelesaian pekerjaan konstruksi selama 590 hari kalender melalui skema percepatan, serta masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.
Resmi! OJK Terbitkan Izin Bursa Kripto Kedua, ICEX Siap Beroperasi
Dalam pelaksanaannya, WEGE–JKS KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan akurasi perencanaan, efektivitas pelaksanaan konstruksi, serta pengendalian mutu dan biaya proyek.
“Melalui WEGE–JKS KSO, WEGE menerapkan pengendalian mutu konstruksi yang ketat, standar keselamatan kerja, serta manajemen waktu yang terukur pada setiap tahapan pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (8/1).
Dwi bilang, ini juga menunjukkan kapabilitas WEGE sebagai kontraktor gedung dalam mengelola proyek rancang bangun secara terintegrasi.
“Penerapan BIM dan standar Bangunan Gedung Hijau menjadi bagian dari pendekatan teknis WEGE untuk memastikan bangunan memiliki kinerja struktur, sistem bangunan, dan efisiensi operasional yang andal serta berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam sambutan pada acara groundbreaking, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA merupakan bagian penting dari penguatan layanan air bersih sekaligus persiapan menuju target cakupan air minum 100% di Jakarta pada 2029.
“Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi progresnya nyata dan terukur. Air adalah kebutuhan publik, kontrol mayoritas harus tetap di tangan daerah,” ujar Pramono.
Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Target, Intip Pipeline IPO Terbaru OJK
Proyek ini mengusung skema design and build terintegrasi yang mencakup pekerjaan arsitektur, struktur, interior, mechanical-electrical-plumbing (MEP), lanskap, geoteknik, pekerjaan jalan dan tapak, hingga instalasi fiber optik.
Gedung baru setinggi 12 lantai ini akan dilengkapi pusat komando layanan, ruang kerja kolaboratif, serta pusat edukasi air yang diklaim pertama di Indonesia.
Selain berfungsi sebagai kantor pusat, fasilitas ini juga dirancang sebagai sarana edukasi publik terkait pengelolaan air permukaan.
Sejalan dengan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA juga mengacu pada standar Bangunan Gedung Hijau, dengan target sertifikasi Gedung Hijau Tingkat Madya.
Penerapan konsep ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi dan air, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan ramah lingkungan.
“Melalui proyek ini, WEGE–JKS KSO menegaskan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur pelayanan publik di DKI Jakarta, serta memperkuat kontribusi perusahaan dalam penyediaan fasilitas yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat,” kata Dwi.