Pandu minta investor tak khawatir IHSG melemah: Maybe it’s a good time to buy

CIO Danantara, Pandu Sjahrir, merespons Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah hari ini. Menurutnya, hal tersebut tak perlu dikhawatirkan dan justru menjadi waktu yang baik untuk membeli saham yang memiliki fundamental bagus.

Pandu memang menekankan sisi fundamental dan valuasi dari suatu saham. Ia juga mengimbau agar investor bisa berinvestasi untuk jangka menengah sampai panjang.

“Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan. Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham dan ini bagus lah juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short-term. Investasi itu harus memikir medium to long-term,” kata Pandu di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/1).

“Jangan karena sehari melihat ‘Oh, hari ini mungkin merah’, tapi untuk saham-saham yang punya valuasi yang baik, fundamental yang baik, likuiditas yang baik, maybe it’s a good time to buy,” lanjutnya.

Adapun pada perdagangan hari Senin (2/1), Pandu melihat saham-saham yang mengalami koreksi merupakan saham yang disebutnya sebagai saham ‘uninvestability’. Sementara saham yang memiliki fundamental baik, kinerjanya pada perdagangan hari ini cukup bagus.

“Tapi kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif. Jadi ini menarik juga kalau lihat top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita bicarakan hari Minggu kemarin malah memang sekarang mulai terjadi,” ujarnya.

Untuk saat ini, Pandu pembeli melihat saham-saham dengan fundamental baik masih didominasi investor institusi.

Adapun IHSG ditutup anjlok pada perdagangan sesi I, Senin (2/1). IHSG turun 442,442 poin atau 5,31 persen ke level 7.887.

Sepanjang sesi pertama, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 8.313,058 dan level terendah di 7.858. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 18,942 triliun dengan volume perdagangan mencapai 35,351 miliar saham.

Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.080.849 kali. Secara keseluruhan, sebanyak 65 saham menguat, 715 saham melemah, dan 33 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 14.205,642 triliun.