
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (30/3/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti DSNG, MAPI, hingga BUMI masih tercatat melaju hingga perdagangan sore hari.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup melemah 0,53% ke posisi 483,12. Dari 27 konstituen, sebanyak 12 saham menguat, 13 melemah, dan hanya 2 saham stagnan.
Penguatan terutama dipimpin oleh saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang naik 8,13% ke Rp1.730, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menguat 6,42% ke Rp1.160, dan saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 5,61% ke Rp226.
: Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Tertekan Jebloknya Saham BBCA hingga AMRT
Selain itu, penguatan juga dialami oleh PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) yang naik 4,90% ke Rp1.285, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menguat 4,89% ke Rp1.930, PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 3,67% ke Rp6.350, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) menguat 3,15% ke Rp2.620.
Kinerja saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) juga menguat 2,54% ke Rp2.020, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) menguat 1,72% ke Rp31.125, dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) menguat 1,61% ke Rp3.150.
: : Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham Big Caps Tertekan
Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang melemah 4,67% ke Rp5.100, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 3,73% ke Rp6.450, PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) melemah 3,46% ke Rp1.115, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melemah 3,44% ke Rp1.405.
Pelemahan juga dialami oleh PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang lesu 3,24% ke Rp2.090, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) melemah 2,08% ke Rp940, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 1,75% ke Rp3.360, dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melemah 1,61% ke Rp1.830.
: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham MEDC, BUMI, hingga ADMR Masih Bertenaga
Sebelumnya, tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pasar modal Tanah Air saat ini masih dibayangi sentimen dari kondisi global. Ketidakpastian kelanjutan upaya negosiasi AS-Iran mendorong harga minyak mentah menguat kembali, meskipun Iran memperbolehkan beberapa kapal melewati Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memperpanjang batas waktu serangan terhadap Iran hingga 6 April 2026, namun laporan tentang penambahan 10.000 pasukan AS semakin memicu kekhawatiran akan perang yang berkepanjangan.
“Serangan Houthi Yaman terhadap Israel semakin menambah eskalasi perang. Konflik yang berlangsung lebih lama dikhawatirkan akan berdampak bukan hanya pada kenaikan harga saja, namun juga pada ketersediaan minyak mentah. Beberapa negara, terutama dari Asia, telah mengumumkan krisis BBM. Jika ini berlangsung lama dan meluas akan berdampak pada perlambatan ekonomi global serta memicu potensi stagflasi,” tulis laporan itu, Senin (30/3/2026).
Pasar domestik juga akan menantikan perilisan sejumlah data ekonomi pada Rabu (1/4), yaitu indeks S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan, serta inflasi. Pasar juga menantikan revisi aturan papan pemantauan khusus pada kuartal kedua 2026.
“Menjelang long weekend dan batas waktu serangan AS, diperkirakan akan membuat investor cenderung berhati-hati jika tidak ada perubahan positif pekan ini. Diperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6.800-7.000,” tulis riset tersebut.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.