
Ussindonesia.co.id NEW YORK. Wall Street dibuka melemah pada Rabu (14/1/2026), seiring investor mencermati laporan keuangan sejumlah bank besar serta data ekonomi terbaru yang belum banyak mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average dibuka turun 103,7 poin atau 0,21% ke level 49.088,25. Indeks S&P 500 melemah 0,38% ke 6.937,41, sementara Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam, turun 0,62% ke 23.563,91.
Tekanan pasar terutama datang dari pergerakan saham perbankan. Saham Bank of America turun 1,5% meski berhasil melampaui estimasi laba kuartalan.
Wall Street Bergerak Hati-Hati, Pasar Tunggu Sinyal Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Wells Fargo terkoreksi 2,6% setelah pendapatan kuartal keempatnya meleset dari perkiraan. Sebaliknya, Citigroup justru naik 1,6% berkat peningkatan pendapatan yang ditopang aktivitas dealmaking.
Pelemahan ini terjadi setelah saham-saham bank mencatat kenaikan sekitar 25% dalam 12 bulan terakhir.
“Sektor perbankan mengawali tahun dengan sangat kuat, dan pasar kini sedang mencerna hasil kinerja tersebut,” ujar Jake Johnston, Deputy CIO Advisors Asset Management.
Ia menambahkan, koreksi ringan ini wajar mengingat harga saham sudah naik cukup tinggi sebelum laporan keuangan dirilis.
Pergerakan indeks utama Wall Street juga cenderung tertahan setelah Dow Jones dan S&P 500 menyentuh rekor tertinggi pekan ini.
Wall Street Naik Dekati Rekor, Didukung Valuasi Nvidia dan Pemangkasan Bunga The Fed
Investor kini menanti laporan keuangan kuartal keempat untuk memastikan apakah kinerja perusahaan mampu memenuhi ekspektasi yang sudah terlanjur tinggi.
Analis memperkirakan laba emiten S&P 500 tumbuh rata-rata 8,8% secara tahunan pada kuartal keempat, dengan pertumbuhan laba sepanjang 2025 diproyeksikan mencapai 13,2%.
Dari sisi data ekonomi, indeks harga produsen (PPI) AS sesuai perkiraan, sementara penjualan ritel melampaui ekspektasi. Meski begitu, data tersebut belum cukup kuat untuk mengubah pandangan pasar soal kebijakan moneter.
Suku bunga diperkirakan tetap bertahan setidaknya hingga paruh pertama tahun ini, meski pelaku pasar masih memperhitungkan peluang dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun.
Wall Street Melemah, Investor Hati-Hati Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Di luar sektor perbankan, saham perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks dan Fortinet masing-masing turun lebih dari 1% setelah muncul laporan pembatasan penggunaan perangkat lunak asing oleh otoritas China.
Sementara itu, saham Netflix naik 1,3% menyusul kabar persiapan penawaran tunai untuk mengakuisisi aset studio dan streaming Warner Bros Discovery.
Meski dibayangi isu geopolitik global, pasar sejauh ini masih lebih fokus pada optimisme seputar kecerdasan buatan (AI) dan kinerja emiten, yang sebelumnya mendorong indeks saham AS ke level tertinggi baru.