Bitcoin mendekati US$93.000, Trump buka opsi aksi terhadap Kolombia

Ussindonesia.co.id  Bitcoin menguat mendekati US$93.000 pada Senin (5/1/2026) seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pernyataan keras terkait kemungkinan tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko, menyusul operasi militer AS di Venezuela akhir pekan lalu.

Trump pada Minggu (4/1/2026) mengkritik Kolombia terkait perdagangan kokain dan menyebut kemungkinan operasi militer AS terhadap negara tersebut sebagai sesuatu yang “terdengar bagus”, mengutip laporan Reuters.

Ia juga memperingatkan bahwa Meksiko perlu menghadapi tindakan tegas terkait kartel narkoba.

Dibayangi Sentimen Geopolitik, Harga Minyak Mentah Terkoreksi

“Kolombia juga sangat sakit, dipimpin oleh orang sakit yang senang membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump.

Ketika ditanya apakah AS akan mempertimbangkan aksi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab, “Itu terdengar bagus bagi saya.”

Meski hubungan Trump dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum relatif lebih baik, Sheinbaum menolak bantuan AS dalam memerangi kartel narkoba.

Trump pun merespons dengan pernyataan, “Sesuatu harus dilakukan di Meksiko.”

AS juga terus mencermati Kuba, sekutu strategis Venezuela. Trump menggambarkan Kuba sebagai negara yang sedang runtuh dan “siap tumbang” setelah pasokan minyak dari Venezuela terhenti.

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.740 Per Dolar AS Hari Ini (5/1), Asia Melemah

Dampak ke pasar kripto relatif terbatas

Berdasarkan data CoinGecko, harga Bitcoin naik sekitar 3,35% dari US$89.990 menjadi mendekati US$93.000 sejak operasi militer AS di Venezuela berlangsung.

Sebagai informasi, data Coinmarketcap pukul 15.56 WIB, harga Bitcoin dikisaran US$92.500 atau naik 1,33% dalam 24 jam terakhir.

Analis pasar kripto Crypto Rover menilai insiden Venezuela tidak menimbulkan guncangan besar di pasar karena penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dilakukan dengan cepat, sebelum ketidakpastian berkembang luas.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan konflik geopolitik sebelumnya yang memicu kepanikan berkepanjangan di pasar global.

Tertekan Tahun Lalu, Cek Prospek dan Rekomendasi Saham LQ45 pada 2026

Greenland kembali masuk radar Trump

Menambah daftar ketidakpastian geopolitik, Trump juga menyatakan masih menaruh perhatian pada Greenland, yang ia sebut penting bagi keamanan dan pertahanan nasional AS.

Namun, para pejabat di Denmark dan Norwegia kembali menegaskan bahwa wilayah kaya mineral tersebut tidak untuk dijual, sembari meminta Trump menghentikan pernyataan bernada ancaman terkait Greenland.