
Ussindonesia.co.id JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyinggung soal kondisi pasar modal Indonesia di dalam forum Indonesia Economic Outlook (IEO) yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Dalam forum yang juga dihadiri Presiden Indonesia Prabowo Subianto itu, Airlangga mengatakan pasar modal pekan ini sudah mulai rebound. Sebagai konteks, pekan lalu pasar modal sempat jatuh selama dua hari beruntun hingga terjadi trading halt imbas kebijakan MSCI untuk menunda pemeringkatan emiten di Indonesia. Lembaga pemeringkat itu meminta transparansi pasar Indonesia.
“Sektor keuangan punya peran strategis, terutama enabler dalam hal ini pasar modal yang menjadi window keuangan, saat ini kembali positif dan stabil. Untuk itu rebound pasar modal dalam minggu ini,” kata Airlangga.
: IHSG Hari ini (13/2) Melemah ke Level 8.212 Saat Presiden Gaungkan Indonesia Incorporated
Airlangga mengatakan saat ini reformasi pasar modal sedang berjalan, antara lain adalah peningkatan ketentuan free float dari 7,5% menjadi 15% untuk pendalaman pasar, hingga transparansi pemegang saham terutama yang kepemilikannya di bawah 5%.
“Ini yang sangat diperlukan sehingga keterbukaan kepemilikan menjadi sangat jelas,” jelasnya.
: : Kabar Terang Pemilik Saham Tambang BUMI, Anthoni Salim dan Adik Bungsu Bakrie jadi Pengendali Akhir
Selanjutnya, pemerintah juga mengubah ketentuan investasi lembaga dana pensiun dan asuransi di saham dari yang dibatasi 10% menjadi 20%. Dengan menyasar pada saham-saham berkualitas seperti LQ45, menurutnya hal ini mampu membuat pasar semakin likuid.
Selain di pasar modal, Airlangga mengatakan pemerintah juga memberikan dukungan di sektor perdagangan melalui perluasan pasar. Contohnya adalah perjanjian Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang membuat produk ekspor RI ke Uni Eropa dikenakan tarif 0% mulai 2027. Perluasan pasar tersebut juga sedang dikerjakan pemerintah ke pasar global lainnya.
: : Di Balik Rencana MAMI Akuisisi Schroders Indonesia
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sangat marah atas gejolak yang terjadi di pasar modal beberapa pekan ini.
Menurut Hashim, Prabowo melihat peristiwa ini tidak hanya berdampak pada investor, tetapi juga menyangkut kehormatan Indonesia.
“Presiden Prabowo sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama karena kehormatan negara dipertaruhkan,” ucap Hashim dalam Asean Climate Forum (ACF) 2026, di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Hashim menuturkan gejolak ini menjadi perhatian serius pemerintah karena munculnya sorotan terkait transparansi dan kredibilitas pasar modal. Dia menyebut, pasar berintegritas tinggi hanya bisa ada jika ada kepercayaan dan kredibilitas di pasar modal.
“Saya tujukan kepada Anda, Pak Jeffrey [BEI] dan Pak Hasan [OJK], pemerintah akan mengawasi dengan sangat ketat. Saya serius. Ini menjadi topik besar minggu lalu, beberapa orang diminta mundur. Ada alasannya karena tidak ada transparansi dan pasar yang tidak transparan,” tutur Hashim.
Hashim yang juga adik Presiden Prabowo itu mengungkapkan Morgan Stanley mengirim empat surat ke Pemerintah Indonesia yang mempertanyakan banyak hal.