Cakra Buana (CBRE) Bakal Rights Issue, Andry Hakim dan Gabriel Rey Jadi Standy Buyer

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Dari aksi korporasi tersebut, CBRE mengincar dana segar Rp 1,9 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi, CBRE akan menerbitkan maksimal 12,76 miliar saham baru. CBRE menetapkan harga pelaksanaan rights issue di kisaran Rp 100–Rp 150. 

Dalam aksi korporasi tersebut, CBRE telah menunjuk pembeli siaga yang akan mengambil bagian atas sisa saham yang tidak dilaksanakan oleh pemegang saham dalam pelaksanaan rights issue. 

Pilah-Pilih Saham Emiten Pemilik Tambang Emas untuk Senin (25/5), Ini Paling Favorit

Adapun rincian pembeli siaga CBRE sebagai berikut : 

  1. PT Gunanusa Utama Fabricators 
  2. Global Tower Investment Limited
  3. Andry Hakim
  4. Gabriel Rey 

Direktur dan Sekretaris Perusahaan CBRE Amanda Octania dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (21/5/2026) menjelaskan, pembeli siaga tersebut telah menyatakan kesanggupannya untuk membeli seluruh sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang HMETD sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian yang telah ditandatangani.

Penunjukan pembeli siaga ini bertujuan untuk memberikan kepastian atas terserapnya saham yang diterbitkan dalam PMHMETD I sehingga target perolehan dana CBRE dapat tercapai secara optimal. “Sehubungan dengan penunjukan tersebut, masing-masing pembeli siaga telah menyampaikan surat pernyataan kesanggupan beserta dokumen pendukung lainnya sesuai dengan ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang telah diterima oleh Perseroan, yang mana dokumen dimaksud akan disampaikan oleh CBRE kepada instansi dan/atau pihak-pihak berwenang terkait,” ujar Amanda dalam rilis. 

Seluruh informasi terkait pembeli siaga, termasuk identitas, hubungan afiliasi serta pokok-pokok perjanjian, akan diungkapkan secara lengkap dalam Prospektus PMHMETD I.

BI Akan Terus Intervensi, Begini Kisaran Pergerakan Rupiah Senin (25/5)

Sebelumnya, dua pemegang saham CBRE mengaku tidak akan melaksanakan haknya dan akan mengalihkan sebagian atau seluruh HMETD kepada investor lain. Dua pemegang saham tersebut adalah PT Omudas Investment Holdco dengan kepemilikan 61,13%, diikuti PT Republik Capital Indonesia sebesar 11,30%.

Sejumlah investor strategis disebut akan berpartisipasi melalui konversi pinjaman menjadi saham dalam rights issue ini. Hilong Shipping Holding Limited berencana mengonversi pinjaman sekitar Rp 420 miliar. 

Kemudian ada PT Saga Investama Sedaya sekitar Rp 210 miliar, Yafin Tandiono Tan sekitar Rp 184,8 miliar dan sementara PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) sekitar Rp 109,2 miliar. 

Melalui mekanisme tersebut, sebagian kewajiban CBRE akan dikonversi menjadi ekuitas, sehingga berpotensi mengurangi beban utang di laporan keuangan sekaligus memperkuat struktur permodalan. 

Rights issue ini juga menjadi bagian dari transformasi bisnis CBRE. Di mana, CBRE mulai memperluas bisnis ke layanan offshore support untuk sektor energi dan pertambangan di tingkat internasional.

Sejalan dengan itu, struktur aset CBRE juga mengalami perubahan signifikan. Total aset CBRE telah meningkat hingga sekitar Rp 2 triliun, didorong oleh penambahan aset kapal dan ekspansi armada. 

Meski rights issue ini berpotensi menimbulkan dilusi hingga sekitar 73,76% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD, aksi korporasi ini tidak mengubah struktur pengendali CBRE. 

Dalam aksi korporasi ini nantinya, setiap pemegang 90 saham lama yang tercatat pada 2 Juni 2026 berhak memperoleh 253 HMETD. Perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 4–10 Juni 2026.

Selain Republik Capital dan Omudas kepemilikan saham CBRE lain adalah Andry Hakim sebesar 5,07% dan masyarakat sebanyak 22,5%. 

Harga Emas Antam Hari Ini (24/5) Stagnan, Tren Pekan Ini Naik Tipis

Jumat (22/5/2026), harga saham CBRE naik 24,46% di Rp 865 per saham. Sementara dalam lima hari saham CBRE turun 11,73%.