Adhi Karya (ADHI) catat nilai kontrak baru Rp 5 triliun per April 2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan nilai kontrak baru sebesar Rp 5 triliun per April 2026.

Corporate Secretary PT Adhi Karya Tbk (ADHI), Rozi Sparta mengatakan, raihan itu meningkat 99,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

“Dari total perolehan tersebut, 76% berasal dari proyek pemerintah, 22% dari BUMN, dan 2% dari sektor swasta,” katanya kepada Kontan, Kamis (4/6/2026).

Wijaya Karya (WIKA) Catat Nilai Kontrak Baru Rp 5 Triliun per April 2026

Terkait rencana merger BUMN karya, Rozi bilang progresnya saat ini masih dalam proses kajian dan menunggu arahan lebih lanjut dari Danantara selaku pemegang saham mayoritas. 

Di sisi lain, ADHI juga tengah dalam proses divestasi atas kepemilikan saham di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) dan PT Dumai Tirta Persada (DTP). 

“Proses saat ini ADHI telah menerima LoI (Letter of Intention) dari beberapa potensial investor. Diproyeksikan seluruh transaksi akan terlaksana di akhir tahun 2026,” katanya.

Lebih lanjut, Rozi menjelaskan, ADHI telah menyiapkan strategi dalam menghadapi tantangan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan peningkatan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Caranya dengan mengoptimalkan negosiasi pengadaan untuk memperoleh harga yang lebih efisien hingga meningkatkan efisiensi proses konstruksi dan overhead untuk mengimbangi kenaikan biaya. 

Selain itu, ADHI juga melakukan mitigasi melalui dokumentasi yang terstruktur untuk menjaga peluang addendum kontrak maupun klaim kepada owner

Rupiah Tak Hanya Loyo Terhadap Dolar AS Tapi Juga Mata Uang Global, Ini Saran Analis

“Melalui langkah-langkah tersebut, ADHI meyakini risiko tersebut dapat dimitigasi dengan baik sehingga penciptaan nilai tambah tetap terjaga,” ungkapnya.