
Ussindonesia.co.id JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan dapat menyentuh level 10.000 pada tahun ini. Sejumlah sektor dan saham menjadi pilihan.
Praktisi Pasar Modal dan Co-Founder PasarDana Hans Kwee menjelaskan dirinya meyakini IHSG dapat mencapai level 10.000 tahun ini. Bahkan, kata Hans, IHSG bisa melebihi level tersebut.
“Arah indeks, kami masih cukup yakin level 10.000 bisa kami tambah pada tahun ini, bahkan bisa melebihi level tersebut,” ujar Hans dalam edukasi wartawan pasar modal, Jumat (23/1/2026).
Dia melihat terdapat potensi capital inflow investor asing di pasar saham, saat terjadi capital outflow di pasar obligasi. Hans juga melihat tarif Trump berdampak kecil pada ekonomi Indonesia.
Di sisi lain, Hans optimistis kinerja emiten yang sempat terpukul pada 2025, akan membaik pada 2026 seiring dengan potensi perbaikan daya beli masyarakat.
: IHSG Ditutup Turun 0,46% ke Level 8.951, Saham AMMN hingga BRPT Membebani
Meskipun demikian, Hans juga menuturkan investor juga harus mencermati rencana perubahan perhitungan free float oleh penyedia indeks MSCI terhadap pasar saham, khususnya Indonesia.
Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, Hans melihat saham-saham big caps, sektor konsumer, energi, batu bara, emas, dan saham-saham sektor nikel akan memiliki potensi yang menarik pada 2026.
Sejumlah saham yang menjadi pilihan Hans untuk 2026 adalah CMRY, MYOR, MAPI, ICBP, dan AMRT di sektor konsumer. Lalu, saham ANTM, BRMS, ARCI, hingga MDKA menurutnya masih cukup bagus untuk 2026.
Hans juga melihat terdapat potensi kebangkitan saham-saham batu bara pada 2026 dengan pilihan saham ITMG, AADI, dan PTBA. Selain itu, Hans juga melihat saham-saham afiliasi konglomerat Garibaldi ‘Boy’ Thohir seperti ADMR, dan ADRO juga masih menarik.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.