
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Momentum Ramadan 2026 diprediksi akan kembali menjadi katalis positif bagi arus modal masuk ke pasar modal syariah Indonesia.
elain didorong sentimen religius serta momentum tahunan, pergerakan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kali ini bakal dipengaruhi oleh rotasi aset ke sektor-sektor yang memiliki kinerja siklikal kuat.
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menjelaskan bahwa secara historis, investor cenderung lebih aktif selama bulan puasa seiring dengan kenaikan likuiditas. Sebagian dari likuiditas tersebut biasanya dialokasikan ke instrumen investasi yang dianggap aman secara prinsip syariah.
“Penggeraknya bukan hanya sentimen religius, tapi juga rotasi aset ke sektor yang punya compliancesyariah tinggi seperti konsumer dan infrastruktur, yang secara siklikal kinerjanya baik saat Ramadan,” ucapnya kepada Bisnis, Kamis (19/2/2026).
Wafi memaparkan bahwa untuk jangka pendek, sektor konsumsi biasanya menjadi primadona karena didorong oleh peningkatan daya beli masyarakat.
Namun, untuk tahun ini, dia melihat ada anomali positif dari sektor komoditas dan energi yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi ISSI.
: BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75%, Ke Mana Arah IHSG Selanjutnya?
Menurutnya, saat ini sektor komoditas tengah mendapatkan dorongan struktural dari momentum kenaikan harga mineral yang sedang mengalami fase pemulihan. Hal tersebut melengkapi dorongan musiman yang biasanya hanya dinikmati oleh sektor konsumsi setiap menjelang Lebaran.
Terkait valuasi, Wafi menyebutkan emiten tambang seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) berada pada level harga wajar hingga cenderung premium.
Untuk PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), valuasi perseroan dinilai selalu berada di level premium karena dipengaruhi posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar di sektor pusat data nasional yang memiliki pertumbuhan konsisten.
Terkait dengan rekomendasi saham, KISI Sekuritas memfavoritkan dua emiten konsumer yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) sebagai pilihan utama di sektor konsumsi syariah.
: Peluang Cuan Saham Syariah di Momentum Ramadan 2026, AADI–INCO Jadi Sorotan
“Di komoditas mineral, ANTM dan INCO masih layak dikoleksi. TLKM juga masuk indeks syariah sebagai pemain infrastruktur digital yang pasti menangkap kenaikan trafik data selama Lebaran,” ucap Wafi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Rabu (18/2/2026), ISSI terpantau melemah 3,85% secara year to date (YtD) ke level 296,73.
Kendati menurun, menariknya performa ISSI terlihat masih lebih baik jika dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi lebih dalam sebesar 3,89% ke 8.310,22 pada periode yang sama.
ISSI merupakan indeks yang berfungsi sebagai indikator kinerja pasar saham syariah di BEI. Diluncurkan sejak 12 Mei 2011, konstituen indeks mencakup seluruh saham syariah yang terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) milik OJK, baik yang tercatat di papan utama maupun papan pengembangan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.