Bangun Kosambi (CBDK) siapkan buyback Rp250 miliar usai saham terkoreksi 30%

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal mencapai Rp250 miliar. Langkah ini ditempuh perseroan untuk meredam tekanan jual di pasar sekaligus menjaga kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar modal.

Manajemen CBDK menyampaikan, buyback saham akan dilaksanakan terhitung sejak 3 Februari 2026 hingga 2 Mei 2026. Rencana tersebut mengacu pada ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham oleh Perusahaan Terbuka serta POJK No. 13 Tahun 2023 mengenai kebijakan menjaga stabilitas pasar modal dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, serta Surat OJK No. S-102/D.04/2025.

“Perseroan berkomitmen untuk menjaga keyakinan terhadap nilai pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini dilakukan bukan karena adanya penurunan kinerja maupun pelemahan fundamental Perseroan,” tulis manajemen CBDK dalam keterbukaan informasi, Selasa (3/2/2026).

: Edwin Soeryadjaya Serok Saham Saratoga (SRTG) Senilai Rp2,47 Miliar

Perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp250 miliar, termasuk biaya transaksi seperti biaya pedagang perantara dan biaya lainnya. Dalam pelaksanaannya, CBDK tetap memperhatikan batasan maksimum buyback saham sebagaimana diatur dalam POJK 13/2023 dan POJK 29/2023, serta ketentuan jumlah saham beredar minimum.

Manajemen menegaskan bahwa rencana buyback ini bukan didorong oleh pelemahan kinerja maupun fundamental perseroan. CBDK menilai kondisi keuangan perseroan tetap sehat, kinerja operasional stabil, serta prospek usaha jangka panjang masih solid.

: : Valuasi Saham MSCI Indonesia Terdiskon, Mana yang Menarik Dilirik?

Pada saat keterbukaan informasi disampaikan, pergerakan harga saham CBDK secara year to date (YTD) hingga 3 Februari 2026 tercatat mengalami penurunan hingga sekitar 30,5%. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode yang sama tercatat turun sekitar 6,4%.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, pembelian kembali saham dilakukan untuk membantu mengurangi tekanan jual di pasar pada saat indeks saham berfluktuasi, sekaligus memberikan indikasi kepada investor bahwa harga saham perseroan saat ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan fundamental dan nilai intrinsik perusahaan.

: : Muncul Target Tinggi Harga Saham Alamtri (ADRO) Usai Dividen Interim Cair

Selain itu, buyback saham juga dimaksudkan sebagai langkah perseroan dalam merespons dinamika pasar modal yang dipengaruhi faktor eksternal dan sentimen pasar.

Melalui aksi ini, perseroan berharap dapat menjaga keseimbangan antara kondisi fundamental dan harga saham di pasar, mengoptimalkan struktur permodalan, serta mempertahankan kepercayaan pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Manajemen menyatakan bahwa pelaksanaan buyback didukung oleh tingkat likuiditas perseroan yang memadai dan tidak akan mengganggu kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun rencana investasi perseroan.

“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negative yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat Perseroan memiliki modal dan arus kas yang cukup,” tambah manajemen CBDK.

Adapun, pembelian kembali saham akan dilakukan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh manajemen, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selama periode buyback, pihak-pihak tertentu seperti komisaris, direksi, pegawai, pemegang saham utama, serta pihak yang memiliki akses terhadap informasi orang dalam dilarang melakukan transaksi atas saham perseroan.

Sumber dana buyback berasal dari optimalisasi kas internal perseroan dan bukan merupakan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) maupun dana yang bersumber dari pinjaman atau utang dalam bentuk apa pun.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.