Indeks Bisnis-27 ditutup melemah, saham TLKM dan AMRT cs masih cuan

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (6/2/2026). Meski melemah, saham AMRT, KLBF hingga TLKM tetap menguat.

Melansir IDX Mobile, indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harian Bisnis Indonesia ini melemah 1,33% atau 1,29 poin ke 531,66. Hanya 5 saham konstituen yang menguat, sisanya 21 saham melemah dan 1 tak berubah.

Indeks Bisnis-27 bergerak di rentang 527,36 hingga 537,39. Pasar hari ini mencatat transaksi 8,42 miliar saham dengan nilai Rp9,46 triliun. Kapitalisasi pasar indeks sekarang turun di angka Rp3.997 triliun.

Sebanyak lima saham konstituen yang tetap menguat adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang naik 2,26% ke Rp1.810, saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) naik 0,45% ke Rp1.120.

Berikutnya, ada saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang menguat 3,50% ke Rp1.480, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik 5,22% ke Rp2.420, dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang ditutup menguat 2,74% ke Rp3.380.

Adapun, indeks Bisnis-27 mengakhiri perdagangan pekan ini dengan torehan penguatan di 2 hari perdagangan. Sisanya, 3 hari perdagangan indeks berakhir di zona merah. Hal ini membuat level indeks sekarang mencerminkan koreksi 0,52% dalam sepekan, atau turun 5,45% dalam sebulan terakhir.

: IHSG Ditutup Ambles 2,08% ke 7.935 Terseret Revisi Outlook Moody’s

Kinerja indeks sejalan dengan kondisi pasar saham secara keseluruhan. Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini juga ditutup turun 2,08% atau 168,62 poin ke 7.935. Mayoritas saham ditutup merah, tepatnya 673, dibandingkan 118 saham yang menguat dan 167 saham tak berubah.

Seperti indeks Bisnis-27, IHSG dalam pekan ini hanya menguat dalam 2 hari perdagangan. Alhasil, indeks komposit saat ini mencerminkan koreksi 4,73% dalam sepekan terakhir, atau 11,18% dalam satu bulan ke belakang.

Adapun, pelemahan IHSG di akhir pasar menipis dibanding koreksi sebesar 2,83% di sesi pertama perdagagan. Tim riset Phintraco Sekuritas melihat, koreksi IHSG di sesi I itu mengindikasikan adanya momentum pelemahan yang belum reda.

“Secara teknikal, indeks masih bergerak di bawah resistance dinamis MA5 di kisaran 8.000, sementara indikator MACD histogram tetap berada di area negatif dan cenderung melebar, mengindikasikan momentum pelemahan yang belum mereda,” tulis riset tersebut, Jumat (6/2/2026).

Sekuritas menjabarkan sentimen yang menekan pasar dipicu oleh respons negatif pelaku pasar terhadap perubahan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s menjadi negatif. Dengan kombinasi kedua sentimen tersebut, level IHSG di akhir perdagangan hari ini sesuai dengan prediksi Phintraco Sekuritas, yakni berakhir di rentang 7.750–8.000.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.