
Ussindonesia.co.id — JAKARTA. Rupiah bergerak melemah sepanjang sepekan terakhir. Mengutip data Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup melemah 0,13% ke level Rp 16.819 per dolar AS pada perdagangan, Jumat (9/1/2026). Dalam sepekan, rupiah spot melemah 0,55% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp16.725 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) turut turun 0,20% ke Rp16.834 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.801 per dolar AS pada Kamis (8/1/2026).
Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai, tekanan terhadap rupiah berasal dari kombinasi sentimen domestik dan global. Dari sisi internal, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal masih menjadi perhatian utama pelaku pasar, menyusul defisit anggaran 2025 yang mencapai 2,92% dan mendekati batas 3%.
Volatilitas Tinggi Awal 2026, Bitcoin Berpeluang Turun Menguji Level US$ 80.000
Penguatan dolar AS turut memberi tekanan. Indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat sekitar 0,64% dalam sepekan terakhir, sehingga pelemahan juga terjadi pada berbagai mata uang global.
Untuk pergerakan jangka pendek, David memperkirakan rupiah masih akan bergerak terbatas. “Dalam beberapa hari ke depan rupiah kemungkinan bergerak sideways di kisaran 16.600–16.900,” katanya pada Kontan, Jumat (9/1/2025).
Memasuki pekan depan, pasar akan mencermati rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, khususnya NFP, yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan pergerakan dolar AS.
Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000, Begini Pendapat OJK