
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) anjlok pada Rabu 13 Mei 2026 pasca pengumuman hasil review indeks MSCI. Saat harga saham merosot lebih dari 39%, perusahaan milik orang terkaya Indonesia Prayogo Pangestu ini akan memberikan dividen lebih dari Rp 500 miliar untuk para investor.
Pada perdagangan Rabu 13 Mei 2026, saham TPIA ditutup di harga Rp 4.300 turun 750 poin atau 14,85% secara harian. Ini semakin memperbesar penurunan harga saham TPIA dengan akumulasi penyusutan sebesar 2.825 poin atau 39,65% sejak awal tahun 2026.
Pada hari yang sama, TPIA telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satu agenda penting dalam RUPST ini adalah penggunaan laba bersih perusahaan tahun buku 2025.
Dalam hal ini, para pemegang saham melalui RUPST menyetujui penggunaan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TPIA tahun buku 2025 sebesar US$ 1.090.090.509, yang mana US$ 50 juta di antaranya dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai.
Tanpa Saham Baru di MSCI, Rupiah Hadapi Tekanan Baru
Dari angka tersebut, sebanyak US$ 20 juta telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 28 November 2025, sehingga sisa dana sebesar US$ 30 juta akan diberikan kepada pemegang saham sebagai dividen final.
Dengan nilai tukar rupiah sekitar Rp 17.500 per dollar AS, jumlah dividen yang akan dibagi untuk investor saham TPIA mencapai lebih dari Rp 500 miliar.
Selain itu, dana sebesar US$ 3 juta akan disisihkan sebagai cadangan. “Sisa sebesar US$ 1.037.090.509 dicatat sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan,” tulis Manajemen TPIA dalam keterangan resmi, Rabu (13/5).
Mata acara lain yang dibahas pada RUPST hari ini antaea lain persetujuan laporan tahunan dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris, serta pengesahan laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku 2025, kemudian penetapan gaji/honorarium dan tunjangan lainnya bagi anggota dewan komisaris dan direksi TPIA untuk tahun buku 2026.
TPIA Chart by TradingView
Tonton: Purbaya Buka Suara soal Rupiah Rp 17.500, Ini Langkah Darurat yang Disiapkan Menkeu
Agenda lainnya adalah persetujuan untuk menyatakan kembali ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan (Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha) guna menyesuaikan kode Kualifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) bidang-bidang usaha perusahaan dengan KBLI 2025.
RUPST ini juga berisi agenda penyampaian laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas III Tahun 2021 dan Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025.
Manajemen TPIA menyatakan, di tengah dinamika industri, perusahaan terus berupaya memperkuat ketahanan bisnis melalui pengembangan portofolio usaha yang lebih terintegrasi dan terdiversifikasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.
Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, TPIA telah melaksanakan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan bisnis di tengah dinamika global.
Di antaranya adalah akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. dan jaringan SPBU Esso di Singapura, melanjutkan pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon, dan penguatan bisnis infrastruktur melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), termasuk melalui IPO CDIA di Bursa Efek Indonesia (BEI).