
Akuisisi perusahaan tambang emas Afrika oleh China senilai Rp 67 triliun menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Selasa (27/1). Selain itu, aksi borong saham Indosat (ISAT) oleh pengusaha Garibaldi Thohir alias Boy Thohir. Berikut rangkumannya.
China Caplok Perusahaan Tambang Emas Afrika Senilai Rp 67 T
Perusahaan pertambangan asal China, Zijin Mining Group Co., memperkuat posisinya di pasar global melalui akuisisi Allied Gold Corp, pemilik tambang emas di Afrika, senilai 5,5 miliar dolar Kanada/CAD (USD 4 miliar) atau setara Rp 67 triliun.
Dikutip dari Bloomberg, akuisisi ini menjadikan Zijin salah satu produsen emas dan tembaga terbesar di dunia, dengan penambahan tiga tambang operasional yang diperkirakan akan menghasilkan hingga 400.000 ons emas tahun lalu. Tambang Sadiola di Mali sendiri menyumbang sekitar setengah dari total produksi tersebut.
Kesepakatan ini merupakan salah satu akuisisi terbesar perusahaan pertambangan terdaftar di Kanada oleh investor China, menggarisbawahi strategi ekspansi global Zijin. Perusahaan telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan akuisisi secara global, khususnya di sektor emas dan tembaga, serta menargetkan pertumbuhan dua digit tahun ini untuk produksi kedua logam tersebut.
Transaksi ini juga terjadi di tengah kondisi pasar yang mendukung, yaitu harga emas batangan sempat menembus rekor perdana USD 5.000 per ons akibat gejolak global yang memicu permintaan aset safe-haven.

Meskipun Kanada dikenal memiliki aturan ketat terkait kesepakatan asing di bidang pertambangan untuk entitas milik negara, akuisisi ini berhasil mendapatkan persetujuan. Hal ini menunjukkan kemampuan Zijin dalam menavigasi lanskap regulasi internasional, meskipun sebelumnya Kanada pernah memblokir akuisisi serupa oleh perusahaan China lain pada tahun 2020 dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.
Boy Thohir Borong 10 Juta Lembar Saham Indosat (ISAT)
Pengusaha Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, melalui entitasnya PT Trinugraha Thohir (TNT), melakukan pembelian masif sebanyak 10.020.000 lembar saham PT Indosat Tbk (ISAT) pada Senin, 26 Januari 2026. Dengan harga saham ISAT sebesar Rp 2.430 per lembar pada Selasa (27/1), nilai transaksi ini diperkirakan mencapai Rp 24,35 miliar, menunjukkan komitmen investasi yang signifikan dari salah satu pengusaha terkemuka di Indonesia.
Dalam keterangannya, Boy Thohir menegaskan pembelian saham ini adalah bentuk keyakinan kuat terhadap fundamental perusahaan, kinerja positif ISAT yang telah terlihat dalam beberapa kuartal terakhir, serta optimisme terhadap prospek sektor telekomunikasi di Indonesia. Menurutnya, ISAT telah menunjukkan transformasi dan peningkatan kinerja yang kuat, dan pasar modal Indonesia secara keseluruhan memiliki potensi jangka panjang yang sangat baik.

Secara finansial, Indosat menunjukkan performa yang solid hingga kuartal III 2025, dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,58 triliun dan pendapatan mencapai Rp 41,16 triliun. Data ini menggarisbawahi kesehatan finansial perusahaan dan mendukung keputusan investasi Boy Thohir.
Langkah ini juga sejalan dengan visi yang lebih luas untuk memperkuat peran lembaga keuangan nasional dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan partisipasi investor domestik di pasar modal.