Mudik Lebaran 2026 lesu, prospek pendapatan Jasa Marga tertekan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mendapat tekanan dari penurunan mobilitas selama musim mudik Lebaran 2026. Kondisi ini turut memengaruhi prospek pendapatan emiten jalan tol tersebut ke depan.

Berdasarkan riset NH Korindo Sekuritas Indonesia yang dikutip Kontan, Selasa (21/4/2026), tren mudik tahun ini menunjukkan pelemahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Persentase masyarakat yang tidak pulang kampung meningkat dari 81,4% pada 2025 menjadi 83,8% pada 2026. Salah satu faktor utama adalah keterbatasan dana, yang disebutkan oleh sekitar 9,6% responden sebagai alasan tidak mudik.

Harga Saham BREN dan DSSA Anjlok Usai Pengumuman dari MSCI

Penurunan mobilitas ini juga diperparah oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi serta rencana kenaikan tarif tol yang membuat biaya perjalanan semakin mahal.

“Penurunan mobilitas diperparah oleh kenaikan harga BBM non-subsidi dan rencana kenaikan tarif tol, sehingga menghambat aktivitas transportasi,” tulis tim riset NH Korindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (21/4/2026).

Dari sisi kinerja, JSMR mencatatkan pendapatan sebesar Rp29,89 triliun pada 2025 atau turun 5,9% secara tahunan. Laba bersih juga terkoreksi 14,2% menjadi Rp3,66 triliun.

Untuk tahun 2026, NH Korindo memperkirakan pendapatan JSMR masih akan tertekan, turun 0,9% secara tahunan menjadi Rp29,63 triliun. Hal ini seiring potensi penurunan volume lalu lintas akibat kenaikan tarif tol di sejumlah ruas.

Meski demikian, laba bersih diproyeksikan masih dapat tumbuh terbatas menjadi Rp4,04 triliun.

“Kenaikan tarif tol pada 20 ruas justru berpotensi menekan volume lalu lintas, alih-alih mengimbangi rendahnya mobilitas,” lanjut laporan tersebut.

Dari sisi valuasi, saham JSMR saat ini diperdagangkan pada price to earnings (P/E) ratio 6,51 kali, sedikit di bawah rata-rata tiga tahun sebesar 6,76 kali. Untuk 2026, P/E diproyeksikan berada di level 6,18 kali.

Dengan harga saham di kisaran Rp3.280 per 21 April 2026, NH Korindo melihat potensi kenaikan yang terbatas sekitar 5% menuju target harga Rp3.450 per saham.

Oleh karena itu, NH Korindo memberikan rekomendasi hold untuk saham JSMR.

Di sisi lain, JSMR tetap memiliki posisi dominan di industri jalan tol nasional dengan penguasaan sekitar 80% pangsa pasar di antara emiten sejenis.

Perseroan juga mengoperasikan 26 ruas jalan tol dengan total panjang mencapai 1.086,8 kilometer atau sekitar 35,3% dari total jalan tol di Indonesia.

Namun, dalam jangka menengah, sektor jalan tol diperkirakan masih menghadapi tantangan hingga 2027, menunggu stabilisasi harga bahan bakar dan pemulihan aktivitas ekonomi domestik.

MSCI Perpanjang Masa Peninjauan, Pasar Saham RI Masih di Bawah Tekanan