
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), PT Elang Media Visitama, merogoh kocek hingga Rp25,76 miliar untuk menyerok saham PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) atau Superbank.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), anak usaha Emtek itu membeli saham SUPA sebanyak 28.317.400 lembar saham dengan harga Rp910 per saham. Transaksi telah dilaksanakan pada 30 Desember 2025.
Melalui Laporan Kepemilikan Saham kepada BEI, Elang Media Visitama tercatat menggenggam 9.325.800.159 unit saham sebelum transaksi. Nilai itu setara 27,51% hak suara. Kemudian setelah membeli 28.317.400 lembar saham, kepemilikan bertambah menjadi 9.354.117.559 unit atau setara 27,60% hak suara.
: Emtek (EMTK) Borong 150 Juta Saham Superbank (SUPA) Rp142 Miliar
Adapun pelaporan dilakukan sesuai dengan Pasal 3 ayat 3 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Kinerja Keuangan
Hingga November 2025, Superbank membukukan laba sebelum pajak senilai Rp122,4 miliar, setelah sebelumnya mencatatkan rugi sebesar Rp388,43 miliar pada November 2024.
: : Rumor IPO Vidio pada 2026 Menguat Usai Superbank (SUPA) Melantai
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan menyampaikan kinerja positif ini mencerminkan kekuatan fundamental dan arah pertumbuhan perseroan. Menurutnya, pertumbuhan jumlah nasabah, peningkatan aktivitas transaksi, dan kinerja keuangan yang berkelanjutan menunjukkan bahwa model bisnis Superbank semakin matang.
“Fokus kami tetap pada membangun layanan perbankan digital yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari, dijalankan secara prudent, dan didukung oleh fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang,” kata Tigor dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
: : Modal Superbank (SUPA) Lanjutkan Pemulihan Kinerja
Realisasi laba bersih sebelum pajak itu ditopang oleh pendapatan bunga bersih perseroan yang tumbuh 165% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,4 triliun, seiring dengan pertumbuhan intermediasi yang berkelanjutan.
Hingga November 2025, Superbank telah menyalurkan kredit senilai Rp9,3 triliun, meningkat 58% YoY dari realisasi November 2024 yang mencapai Rp5,89 triliun.
Perseroan juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp11,0 triliun, tumbuh 149% YoY dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp4,42 triliun.
Kinerja ini turut mendorong total aset Superbank tumbuh 69% YoY menjadi Rp18,0 triliun per akhir November 2025. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan tercatat membukukan total aset senilai Rp10,61 triliun.