IHSG hari ini (20/2) diramal sideways di level 8.200–8.350 usai BI tahan suku bunga

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak sideways pada perdagangan Jumat (20/2/2026), dengan rentang krusial support 8.200 dan resistance 8.350 seiring kebijakan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai sentimen domestik relatif stabil setelah bank sentral kembali menahan BI Rate di level 4,75% untuk kelima kalinya berturut-turut dalam RDG 19 Februari 2026. Keputusan ini menegaskan fokus otoritas moneter pada stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang tetap dalam target, serta dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak sideways pada kisaran 8.200–8.350,” tulis tim riset dalam publikasi hariannya, Jumat (20/2/2026).

: IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound ke 8.503, Cermati Saham AMMN, TINS hingga TKIM

Dari sisi makro, data kredit menunjukkan akselerasi positif dengan pertumbuhan 9,96% secara tahunan pada Januari 2026—tercepat sejak Februari 2025. Meski demikian, pelaku pasar masih menanti rilis data transaksi berjalan kuartal IV/2025 yang diperkirakan mencatat surplus US$2 miliar, lebih rendah dibandingkan surplus US$4 miliar pada kuartal sebelumnya.

Sentimen eksternal turut mendapat dorongan dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pemerintah AS memangkas tarif impor produk Indonesia dari 32% menjadi 19%, sementara Indonesia menghapus bea masuk untuk sebagian besar produk asal AS. Sektor sawit memperoleh tarif 0%, sedangkan tekstil masih dikenakan tarif resiprokal 19%. Selain itu, terdapat 11 nota kesepahaman sektor swasta senilai US$38,4 miliar yang mencakup mineral kritis, energi, agribisnis, tekstil, hingga semikonduktor.

: : Analis Ungkap Nasib Laju IHSG saat BI Tahan Suku Bunga

Namun demikian, sentimen global masih dibayangi sikap hawkish sejumlah pejabat Federal Reserve. Risalah rapat bank sentral AS menunjukkan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu sumber ketidakpastian utama, dengan para pembuat kebijakan terpecah pandangan mengenai dampaknya terhadap inflasi.

Dalam kondisi tersebut, Phintraco merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM), PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM), serta PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADRO).

: : BI Tahan Suku Bunga 4,75%, IHSG Intip Peluang Pemulihan

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.