
Ussindonesia.co.id JAKARTA— PT Indosat Tbk. (ISAT) membagikan dividen total sebesar Rp3,6 triliun (Rp3.579.840.016.227) atau setara Rp111 per saham, sebagaimana diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini.
Dividen tersebut akan dibayarkan selambat-lambatnya 30 hari setelah pengumuman risalah resmi rapat.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pembagian dividen ini mencerminkan kinerja solid dan komitmen berkelanjutan perseroan terhadap pemegang saham. Di tengah berbagai tantangan, perusahaan tetap mencatatkan kinerja positif.
: Laba Indosat (ISAT) Menguat 13,75% jadi Rp1,49 Triliun Kuartal I/2026
Berdasarkan paparan kinerja, Indosat membukukan laba bersih sebesar Rp5,51 triliun pada tahun buku 2025, tumbuh 12,2% secara tahunan (year-on-year). Angka ini menjadi dasar kuat bagi perseroan dalam menetapkan pembagian dividen kepada pemegang saham.
“Dan itu [pertumbuhan laba] mengarah pada pengumuman kami bahwa RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar Rp3,6 triliun atau 111 rupiah per saham,” kata Vikram dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
: : Kinerja Kuat, Indosat Catat Pendapatan Rp15,2 Triliun di Kuartal I 2026
Sementara itu, laba ditahan (retained earnings) tercatat sebesar Rp1,93 triliun yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi, inovasi, dan pertumbuhan berkelanjutan.
Secara tidak langsung, Vikram juga mengajak pelaku pasar, khususnya generasi muda, untuk melihat saham Indosat sebagai instrumen investasi yang menarik. Dia menilai imbal hasil dividen yang berada di kisaran 5% (sekitar 5,5%) dikombinasikan dengan potensi pertumbuhan perusahaan menjadi daya tarik utama.
: : Kinerja Indosat (ISAT) Kuartal I/2026: Layani 94 Juta Pelanggan, ARPU Tumbuh 15%
Dia juga mendorong partisipasi investor ritel, termasuk sekitar 20 juta investor di pasar saham Indonesia, khususnya kalangan milenial. Indosat, menurutnya, tengah mengembangkan berbagai inisiatif, termasuk di bidang AI, dan membuka peluang bagi investor untuk ikut dalam perjalanan pertumbuhan tersebut.
Selain itu, perseroan menegaskan komitmennya terhadap kebijakan dividen dengan rasio pembayaran hingga 70%, dengan realisasi sekitar 65% pada tahun ini. Seiring pertumbuhan kinerja perusahaan, potensi peningkatan dividen ke depan juga semakin terbuka.
Sebagai bagian dari keputusan RUPST, Indosat juga menyetujui pengangkatan Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota direksi, efektif sejak penutupan rapat. Selain itu, Seppalga Ahmad ditetapkan sebagai komisaris perseroan. Penunjukan ini diharapkan memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengeksekusi strategi secara lebih agile dan disiplin.
Susunan Komisaris dan Direksi PT Indosat Tbk: Dewan Komisaris
- Nezar Patria sebagai Komisaris Utama
- Fok Kin Ning, Canning sebagai Wakil Komisaris Utama
- Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo sebagai Wakil Komisaris Utama
- Cheung Kwan Hoi sebagai Komisaris
- Woo Chiu Man, Cliff sebagai Komisaris
- Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama sebagai Komisaris
- Sugito Walujo (Patrick Walujo) sebagai Komisaris
- Rene Heinz Werner sebagai Komisaris
- Efthymios Tsokanis sebagai Komisaris
- Seppalga Ahmad sebagai Komisaris
- Ajay Bahri sebagai Komisaris Independen
- Wijayanto Samirin sebagai Komisaris Independen
- Elisa Lumbantoruan sebagai Komisaris Independen
- Rudiantara sebagai Komisaris Independen
- Sidharta Prawira Oetama sebagai Komisaris Independen
Dewan Direksi
- Vikram Sinha sebagai Direktur Utama
- Lee Chi Hung (Nicky Lee) sebagai Direktur
- Muhammad Buldansyah sebagai Direktur
- Irsyad Sahroni sebagai Direktur
- Cheung Kwok Tung (Desmond Cheung) sebagai Direktur
- Syed Bilal Kazmi sebagai Direktur
- Reski Damayanti sebagai Direktur
- Apoorva Mehrotra sebagai Direktur
- Honesti Basyir sebagai Direktur