Tips investasi saham untuk pemula di tengah ketidakpastian global

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Di tengah kondisi ketidakpastian global yang diwarnai peperangan di Timur Tengah, kebijakan tarif dagang Amerika Serikat (AS), serta berbagai gejolak lainnya, minat untuk terjun ke dunia pasar modal bagi investor pemula menjadi pertanyaan, apakah ini waktu yang tepat?

Economist Analyst Bursa Efek Indonesia, Anita Kesia Zonebia, menjawab pertanyaan tersebut. Ia menyebutkan jurus yang perlu dimiliki investor pemula saat masuk ke pasar saham di tengah kondisi global yang tidak menentu, yakni “paham, punya, pantau”.

“Tips yang bisa dibagikan untuk para investor pemula, sebenarnya kita berkali-kali menyampaikan ‘paham, punya, pantau’ sebagai jargon,” ujar Anita, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan investor pemula harus memahami berbagai aspek, tidak hanya jenis produk saham, tetapi juga profil risiko diri sendiri. “Contohnya, profil risiko kita seperti apa. Apakah kita tipe yang menyukai risiko, netral, atau justru tidak menyukai risiko,” ujarnya.

Selanjutnya, investor harus memiliki rasa kepemilikan terhadap saham yang dimiliki. Artinya, setiap keputusan investasi harus benar-benar dipahami dan dikendalikan sendiri. “Jangan sekadar punya, tetapi benar-benar memiliki (owning). Misalnya, jangan sampai akun investasi dikelola orang lain tanpa kita tahu apa yang dibeli dan dilakukan,” jelasnya.

Pada aspek “pantau”, Anita menekankan pentingnya terus mengikuti perkembangan informasi dan peristiwa global. Kondisi seperti konflik di Timur Tengah, perang dagang AS, hingga arah kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Dalam situasi seperti ini, diversifikasi aset juga menjadi hal penting. “Ketika saham turun, bisa jadi aset lain seperti emas atau Surat Berharga Negara (SBN) justru meningkat. Di situ pentingnya diversifikasi sesuai profil risiko,” katanya.

Selain itu, investor pemula juga harus memperhatikan fundamental perusahaan. Menurut Anita, analisis teknikal dan fundamental sama-sama penting. “Teknikal penting untuk menentukan timing, sedangkan fundamental untuk menentukan saham apa yang dipilih,” ujarnya.

Anita tidak memberikan rekomendasi spesifik terkait sektor tertentu. Namun, ia menyebut beberapa sektor yang saat ini cenderung menjadi perhatian investor, seperti sektor berbasis komoditas, konsumsi, dan perbankan.

“Semua sektor punya potensi. Namun, sektor komoditas, konsumsi, dan perbankan yang valuasinya relatif rendah saat ini cukup diminati karena cenderung lebih defensif di tengah kondisi sulit,” katanya.

Tips mengelola THR agar tak cepat habis. – (Tim infografis)