Dragonmine siap akuisisi 80% saham BLUE

Ussindonesia.co.id , JAKARTA—Daftar emiten yang bersiap berganti pemegang saham pengendali (PSP) kian bertambah. Terkini, Dragonmine Mining (Hong Kong) Limited akan menjadi PSP baru PT Berkah Prima Perkasa Tbk. (BLUE).

Dragonmine Mining berencana membeli 334,4 juta saham BLUE atau setara 80% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Perkembangan ini merupakan kelanjutan proses akuisisi yang telah disampaikan perseroan sebelumnya pada November 2025.

Dragonmine Mining merupakan perusahaan private berkantor pusat di Hong Kong, milik Huayou Hongkong Limited. Huayou merupakan anak usaha Zhejiang Huayou Cobalt Co.,Ltd, yang difokuskan sebagai unit investasi luar negeri di bidang pertambangan dan mineral.

: Berkah Prima (BLUE) Cetak Laba Rp14,49 Miliar Sepanjang 2025

Huayou memiliki lima pilar bisnis utama yang mencakup seluruh rantai industri material baterai lithium-ion, di mana industri nikel Indonesia menjadi salah satu sektor strategisnya. Perusahaan asal Cina tersebut kian ekspansif di Indonesia dalam mengembangkan ekosistem baterai terintegrasi.

Salah satunya melalui Proyek Titan yang bekerjasama dengan Antam dan Indonesia Battery Corporation (IBC).

: : IHSG Rekor! Atur Siasat di Saham Konglomerat hingga Blue Chips

Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Ezaridho Ibnutama mengatakan, terdapat potensi bagi BLUE untuk mengubah haluan model bisnisnya pasca perubahan PSP. Langkah ini berpotensi memungkinkan perusahaan berkualitas untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema backdoor listing.

“Sebagai referensi, sekitar 30% dari seluruh perusahaan di BEI saat ini mencatatkan kerugian bersih. Dengan adanya reformasi pasar modal yang mewajibkan porsi saham publik (free float) lebih tinggi berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar, regulasi baru ini memicu kemacetan baru pada aksi IPO,” ujar Ezar.

: : Emiten Ganti Pengendali (PSP) Kian Berlanjut pada 2026, Cek Daftarnya

Menurutnya, langkah Dragonmine terhadap BLUE serupa dengan akuisisi CNGR terhadap PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK), yang dahulu bernama PT Solusi Kemasan Digital Tbk.

Perusahaan yang awalnya bergerak di bidang kemasan ini dicaplok oleh PT Eco Energi Perkasa, yang dimiliki oleh Deng Weiming, pendiri CNGR, salah satu produsen prekursor baterai terbesar dunia.

Setelah berganti PSP, PACK berubah nama menjadi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. dan mengumumkan rencana rights issue jumbo untuk menyerap aset tambang dan smelter nikel.

BLUE yang bergerak di industri tinta dan alat tulis, kini menghadapi prospek akuisisi 80% saham oleh Dragonmine. Mengingat Dragonmine dimiliki secara langsung oleh Huayou yang sudah memiliki investasi miliaran dolar di Morowali dan Pomalaa, transmisi aset nikel ke dalam BLUE diprediksi tinggal menunggu waktu.