
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah selama sepekan perdagangan periode 11—13 Mei 2026. Pelemahan kinerja tersebut sejalan dengan aksi rebalancing MSCI yang turut menekan saham-saham berkapitalisasi jumbo di pasar saham RI.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi negatif mencapai 33,64 poin. Harga saham BMRI tercatat turun 9,29%.
Di posisi berikutnya, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 21,95% dan membebani IHSG sebesar 33,20 poin. Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turun 21,82% dengan kontribusi negatif sebesar 24,81 poin terhadap pergerakan indeks.
: IHSG Lesu: Saham DSSA, BBCA hingga BREN Masuk Daftar Top Laggards
Selain ketiga saham tersebut, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga masuk daftar top laggards usai terkoreksi 20,99% dan menekan IHSG sebesar 24,25 poin.
Dari sektor perbankan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 4,29% dan menjadi pemberat indeks sebesar 21,96 poin. Adapun saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun lebih terbatas, yakni 1,21% dan tetap membebani IHSG hingga 7,03 poin.
: : Daftar 10 Top Laggards Sepekan, BBCA hingga ISAT Tekan IHSG
Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) melemah 12,11% dengan kontribusi negatif 15,50 poin terhadap IHSG. Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) juga turun 8,33% dan mengurangi kinerja indeks sebesar 11,21 poin.
Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) anjlok 24,11% dan membebani IHSG sebesar 10,80 poin. Adapun saham PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) turun 11,11% dengan kontribusi negatif 7,87 poin.
: : Daftar 10 Top Laggards Sepekan: BREN, BYAN hingga Bank Big Caps Tekan IHSG
Tekanan terhadap kinerja saham berkapitalisasi jumbo, sejalan dengan aksi rebalancing MSCI yang diumumkan pada perdagangan kemarin. MSCI May 2026 Index Review, mengumumkan tidak ada tambahan saham Indonesia baru dalam MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, MSCI menghapus enam saham Indonesia dari indeks tersebut, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.
Namun, MSCI memasukkan saham AMRT ke dalam MSCI Small Cap Index setelah sebelumnya saham tersebut dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.
Di sisi lain, terdapat 13 saham Indonesia yang dicoret dari MSCI Small Cap Index. Saham-saham tersebut meliputi ANTM, AALI, BANK, dan BSDE.
Kemudian, MSCI juga menghapus DSNG, SIDO, MIDI, serta MIKA dari MSCI Small Cap Index.
Selanjutnya, saham MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG juga keluar dari indeks tersebut.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan IHSG selama sepekan ditutup mengalami pelemahan 3,53% pada posisi 6.723,32 dari 6.936,39 pada pekan sebelumnya.
Adapun, kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mengalami penurunan sebesar 4,68% menjadi Rp11.825 triliun dari Rp12.406 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara rata-rata volume transaksi harian Bursa terpantau mengalami pelemahan 22,01% menjadi 35,76 miliar lembar dari 45,86 miliar lembar pada penutupan pekan lalu. Adapun, rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga turut mengalami pelemahan.
“Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 18,78% menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun pada pekan sebelumnya,” kata Kautsar Kamis (14/5/2026).
Daftar top 10 laggards IHSG sepekan periode 11-13 Mei 2026
Kode
Harga (%)
Kontribusi IHSG (points)
BMRI
-9.29
-33.64
BREN
-21.95
-33.20
TPIA
-21.82
-24.81
DSSA
-20.99
-24.25
BBRI
-4.29
-21.96
AMMN
-12.11
-15.50
MORA
-8.33
-11.21
CUAN
-24.11
-10.80
IMPC
-11.11
-7.87
BBCA
-1.21
-7.03