
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Saham-saham syariah yang tercermin dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih tertahan di zona merah hingga jelang Ramadan 2026. Meskipun masih terkoreksi, sejumlah saham terpantau menjadi benteng pertahanan indeks sehingga koreksi lebih terbatas dibandingkan IHSG.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (13/2/2026), indeks ISSI parkir di level 294,61 atau mengalami pelemahan sebesar 4,54% secara year to date (YtD).
Kendati demikian, realisasi itu lebih baik dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 5,03% YtD ke level 8.212, 27 pada periode yang sama.
Meskipun indeks secara agregat mengalami tekanan, dinamika pasar justru menunjukkan anomali positif pada sejumlah saham pilihan.
Sedikitnya, terdapat 10 emiten yang mencatatkan kenaikan harga signifikan sekaligus memberikan kontribusi besar terhadap gerak indeks. Hal itu pun mampu menahan koreksi ISSI tidak jatuh lebih dalam.
: Indeks Syariah Menadah Berkah Penguatan Emiten Energi ADRO hingga BUMI
Emiten teknologi penyedia pusat data, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), tampil sebagai motor penggerak utama dalam jajaran indeks syariah tersebut.
Saham DCII tercatat berkontribusi terhadap pergerakan indeks sebesar 11,875% setelah harganya melonjak 12,43% ke level Rp224.850 pada akhir pekan lalu.
Di posisi kedua, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menunjukkan performa agresif dengan memimpin kenaikan harga di antara saham blue chip lainnya. Emiten tambang emas dan tembaga ini melesat 41,23% YtD ke level Rp3.220, yang sekaligus menyumbang bobot pergerakan indeks ISSI mencapai 11,73%.
Sektor tambang strategis turut mendominasi daftar penggerak seiring penguatan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang memberikan kontribusi sebesar 8,06%, didorong kenaikan harga sahamnya yakni 28,57% ke Rp4.050.
Adapun PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) tercatat menguat sebesar 27,19% ke level Rp725 dan berkontribusi sebesar 4,84% terhadap bobot ISSI.
Selanjutnya, sektor mineral memperkuat barisan penggerak melalui PT Vale Indonesia Tbk. (ADRO) yang terbang 34,78% ke level Rp6.975. Kenaikan tersebut memberikan dampak langsung terhadap pergerakan indeks syariah dengan kontribusi sebesar 4,14% pada periode tersebut.
Sementara itu, di peringkat berikutnya, terdapat saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP). ADRO diketahui menyumbang 3,69% terhadap gerak indeks usai harganya terkerek 22,65% sejak awal tahun, sementara INKP memberikan andil sebesar 3,02% melalui kenaikan harga saham 15,88% ke level Rp1.350.
Dua emiten lain yang masuk jajaran 10 penggerak utama adalah PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (ADII).
VKTR membukukan kontribusi 2,80% terhadap indeks, sedangkan ADII menyumbang 2,70% setelah sahamnya naik 24,73% YtD ke posisi Rp8.700.
Daftar penutup 10 saham penggerak ISSI ditempati oleh PT Timah Tbk. (TINS). Dengan kenaikan harga sebesar 30,23% ke level Rp4.050, saham TINS memberikan kontribusi sebesar 2,62% terhadap pergerakan indeks.
Berikut daftar 10 saham penggerak Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI):
Nomor
Kode Emiten
Harga Terakhir (Rp)
Perubahan (%)
Kontribusi (Idx Mv)
1
DCII
224.850
12,43%
11,75%
2
MDKA
3.220
41,23%
11,73%
3
ANTM
4.050
28,57%
8,06%
4
MBMA
725
27,19%
4,84%
5
INCO
6.975
34,78%
4,14%
6
ADRO
2.220
22,65%
3,69%
7
INKP
9.850
15,88%
3,02%
8
VKTR
955
13,02%
2,80%
9
AADI
8.700
24,73%
2,70%
10
TINS
4.050
30,23%
2,62%
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.