
Ussindonesia.co.id JAKARTA – Hari besar keagamaan biasanya diikuti oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, yang pada gilirannya menjadi sentimen positif bagi emiten di pasar modal. Tahun ini, Tahun Baru Imlek dan datangnya bulan Ramadan datang bersamaan. Dua momentum ini dinilai akan menjadi katalis kuat bagi beberapa saham tertentu.
Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menjelaskan berdasarkan filosofi elemen Tahun Kuda Api, saham emiten sektor energi (api) dan konsumer/infrastruktur (tanah) akan positif.
“Sektor elemen api diuntungkan harga komoditas yang stabil tinggi, kalau elemen tanah dapat angin segar dari kelanjutan proyek strategis nasional,” kata Wafi kepada Bisnis, dikutip Kamis (19/2/2026).
: Saham BYAN, UNVR & BREN Topang Laju IHSG Pagi Ini di Tengah Fokus RDG BI
Di sisi lain, sektor elemen logam seperti big banks menurutnya menghadapi tantangan valuasi awal tahun yang sudah jenuh, meski secara fundamental tetap solid. Wafi menyarankan bagi investor yang optimis namun penuh ketidaksabaran di tahun ini melakukan strategi swing trading di sektor yang sedang trending daripada buy and hold di saham yang stagnan.
Sementara itu, datangnya bulan Ramadan menurut Wafi mendorong terjadinya rotasi ke saham-saham yang berkaitan dengan konsumsi dan konektivitas.
“Untuk konsumer, ICBP dan MYOR punya histori kuat menguat jelang Ramadan karena antisipasi kenaikan penjualan. Di sektor ritel, AMRT dan ACES biasanya jadi pilihan seiring meningkatnya daya beli masyarakat,” ujarnya.
Kemudian, di sektor telekomunikasi Wafi menilai TLKM dan ISAT punya peluang bagus mengingat kenaikan trafik data untuk silaturahmi digital dan hiburan selama bulan puasa, walau kinerjanya baru akan terlihat di laporan keuangan kuartal II/2026.
Selain siklus musiman Ramadan, menurutnya pasar juga sedang memperhatikan data inflasi domestik dan arah kebijakan suku bunga global. Kondisi makro ini juga akan menjadi sentimen yang menyertai laju indeks harga saham gabungan (IHSG).
“Kalau inflasi terkendali di tengah kenaikan konsumsi, IHSG ada katalis buat breakout ke level psikologis baru. Tapi waspada dengan volatilitas rupiah yang bisa bikin outflow asing,” tandasnya.
Telkom Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.