Asosiasi Emiten: Pembekuan rebalancing indeks MSCI jadi katalis perbaikan pasar saham

Ussindonesia.co.id JAKARTA — Pengumuman terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar justru dinilai berpotensi membawa dampak positif bagi pasar saham Indonesia dalam jangka panjang.

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menilai catatan yang disampaikan MSCI dapat menjadi sinyal awal untuk mendorong peningkatan kualitas dan kredibilitas pasar modal nasional. Sebagai penyedia indeks global, evaluasi MSCI dipandang perlu disikapi secara konstruktif oleh seluruh pemangku kepentingan pasar.

Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana mengatakan, penilaian MSCI seharusnya tidak dilihat semata sebagai sentimen negatif, melainkan sebagai momentum perbaikan struktural pasar modal Indonesia.

“Dalam jangka panjang, dampak pengumuman MSCI seperti ini justru berpotensi konstruktif bagi Bursa Efek Indonesia. MSCI adalah acuan global, sehingga setiap catatan yang disampaikan bisa menjadi sinyal awal untuk perbaikan,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).

Gilman menambahkan, pasar modal Indonesia telah beberapa kali melewati fase serupa pada periode sebelumnya. Menurut dia, fase koreksi yang terjadi kerap diikuti dengan pembenahan struktural dan peningkatan kualitas pasar secara keseluruhan.

“Kita sudah melewati beberapa fase yang hampir serupa. Setiap ada fase koreksi, biasanya juga disertai dengan perbaikan dan peningkatan kualitas pasar,” jelasnya.

: : The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Global Bergejolak dan Dolar Menguat

Menurut Gilman, dalam konteks saat ini, kebijakan MSCI berpotensi menjadi katalis untuk memperkuat kredibilitas pasar, meningkatkan kepercayaan investor global, serta membuat pasar saham Indonesia lebih resilien dalam jangka panjang. Ia menekankan, tanggung jawab perbaikan tidak hanya berada pada regulator, tetapi juga di tingkat emiten.

Di sisi emiten, pengumuman MSCI dinilai dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan kualitas komunikasi dengan investor.

: : Apa Itu MSCI, Daftar Saham dan Mengapa Penting Bagi Investor

“Di sisi emiten, ini bisa dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan keterbukaan informasi. Peran investor relations dapat diperkuat sebagai strategic communicator, sekaligus mengadopsi best practice global terkait pelaporan kepemilikan dan tata kelola perusahaan,” kata Gilman.

Langkah tersebut diyakini dapat berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan investor, khususnya investor institusi global yang menjadikan transparansi dan tata kelola sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi.

Sebelumnya, MSCI mengumumkan penangguhan sementara sejumlah perubahan terhadap saham-saham Indonesia dalam perhitungan indeksnya. Kebijakan ini diambil menyusul kekhawatiran terhadap kepemilikan saham yang dinilai terlalu terkonsentrasi (tightly held) serta keterbatasan aksesibilitas pasar bagi investor global.

Dalam pernyataan resminya, MSCI menyebutkan akan menghentikan penambahan saham Indonesia ke dalam indeks serta membekukan kenaikan bobot saham yang dianggap tersedia untuk diperdagangkan. Langkah tersebut berlaku segera sebagai upaya mitigasi risiko, sambil menunggu perbaikan yang dinilai memadai dari regulator pasar modal Indonesia.

MSCI juga menyoroti potensi praktik terkoordinasi yang dapat mendistorsi harga saham. Apabila hingga Mei 2026 tidak terlihat kemajuan signifikan dalam peningkatan transparansi, MSCI membuka opsi untuk meninjau ulang status aksesibilitas pasar Indonesia, termasuk kemungkinan penurunan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index atau perubahan status menjadi pasar frontier.