Indeks Bisnis-27 dibuka lesu, ANTM jadi satu-satunya saham yang menguat

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026). ANTM menjadi satu-satunya saham konstituen yang tetap dibuka menguat.

Melansir IDX Mobile pukul 09.01 WIB, indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini turun 3,95% ke 500,86. Hanya 1 indeks konstituen yang dibuka menguat, yakni PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang naik 0,90% ke Rp4.460.

Sisanya, sebanyak 25 saham dibuka melemah dan 1 saham belum berubah. Indeks mengawali pasar hari ini dengan transaksi 536,2 juta saham senilai Rp1,97 triliun. Kapitalisasi pasar indeks sebesar Rp3.764 triliun.

Sejumlah saham konstituen yang dibuka melemah antara lain adalah PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang turun 3,37% ke Rp2.010, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 4,32% ke Rp1.660, saham PT Astra International Tbk. (ASII) turun 3,24% ke Rp5.975, dan saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 4,63% ke Rp6.700.

Berikutnya, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dibuka turun 3,60% ke Rp4.280, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,11% ke Rp3.550, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 2,85% ke Rp4.430, dan saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) anjlok 15% ke Rp1.955.

: IHSG Dibuka Amblas 5,09% ke Level 7.896, Efek Pembekuan dari MSCI Berlanjut

Kemudian, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) turun 14,97% ke Rp250, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 2,35% ke Rp6.225, saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 2,27% ke Rp1.075, serta saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang dibuka turun 2,86% ke Rp2.380.

Indeks Bisnis-27 pada penutupan pasar sebelumnya, Rabu (28/1), turun 6,46% ke 521,45. Pelemahan ini sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang juga ditutup koreksi sebesar 7,35% ke 8.320,56. Bergitu pula dengan pembukaan pasar hari ini, indeks komposit juga menurun 4,80% ke 7.921.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai pasar saham nasional hari ini  masih akan tertekan. Pelemahan IHSG sebelumnya dibarengi dengan net foreign sell jumbo Rp6,17 triliun, sekaligus memicu trading halt pertama pada 2026. Tekanan tajam ini dipicu oleh pengumuman MSCI yang menetapkan pembekuan sejumlah perubahan dalam indeks review, termasuk review periode Februari 2026.

“Secara teknikal, IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan dengan area support di 8.200–8.210. Investor disarankan menunggu konfirmasi stabilisasi atau meredanya tekanan jual, sembari mencermati tindak lanjut regulator terkait kebijakan MSCI serta keputusan suku bunga The Fed sebagai katalis berikutnya,” tulis riset tersebut.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.