
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) baru saja merilis laporan keuangan September 2025. DEWA dalam rilis memaparkan jika berhasil mencatat lonjakan laba bersih pada periode sembilan bulan di tahun ini. Laba bersih DEWA melonjak 519% secara tahunan menjadi Rp 239,2 miliar dari periode sama tahun 2024 sebesar Rp 38,6 miliar.
Kenaikan laba bersih tersebut menurut Direktur Darma Henwa Ricardo Silaen dalam rilis Kamis (29/1/2026), ditopang oleh naiknya pendapatan serta meningkatnya margin keuntungan, seiring dengan peningkatan kapasitas volume in-house secara signifikan.
Hingga kuartal III tahun ini, Darma Henwa mencatatkan pendapatan sebesar Rp 4,65 triliun atau meningkat 2,8% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 4,52 triliun. Peningkatan pendapatan ini didorong oleh kenaikan volume produksi, dimana waste removal naik 2,1% secara tahunan menjadi 101,2 juta bcm dan produksi batu bara naik menjadi 12,5 juta ton atau naik 1,1% secara tahunan.
Pefindo Beri Peringkat idA dengan Prospek Stabil Darma Henwa (DEWA)
Margin laba bruto Darma Henwa meningkat secara signifikan dari sebelumnya 7,2% menjadi sebesar 14,5% di sembilan bulan tahun 2025, dengan laba kotor tercatat sebesar Rp 673,2 miliar, atau lebih dari dua kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 325,8 miliar.
“Peningkatan margin dan laba bersih yang tinggi membuktikan transformasi Perusahaan berada di jalur yang tepat,” tutur Ricardo dalam rilis.
Peningkatan laba kotor tersebut didukung oleh peningkatan volume produksi yang dihasilkan oleh in-house fleet DEWA dan efisiensi operasional melalui penerapan good mining practices.
Sejalan dengan pencapaian laba kotor, EBITDA Darma Henwa naik signifikan menjadi sebesar Rp 1,16 triliun, atau meningkat 84,03% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 631,9 miliar.
Dalam laporan keuangan sembilan bulan di tahun 2025 yang sudah di audit, di sisi ekuitas DEWA juga melakukan penyesuaian akuntansi dan mencatat saldo laba positif sebesar Rp 347,3 miliar pada September 2025, dibanding periode sebelumnya dengan saldo defisit sebesar Rp 940,2 miliar di bulan Juni 2025.
“Di laporan keuangan September 2025, DEWA mencatat saldo laba positif Rp 347,3 miliar yang merefleksikan fundamental perusahaan yang kuat. Fokus perusahaan ke depan adalah meningkatkan kinerja operasional dengan menambah fleet produksi dan menerapkan good mining practices,” papar Ricardo. Perusahaan ini juga akan berupaya mempertahankan tren pertumbuhan sambil terus memperkuat tata kelola perusahaan.
Harga saham DEWA pada Kamis (29/1/2026) anjlok 14,74% menjadi Rp 486 per saham. Sementara dalam sebulan saham DEWA turun 29,57%.
Amankan Kontrak Jasa Tambang Rp 10,5 Triliun, Begini Rekomendasi Saham DEWA