Begini proyeksi kinerja unitlink berbasis saham dan pasar uang untuk 2026

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Unitlink berbasis saham berhasil mencatatkan kinerja tertinggi, sedangkan unitlink berbasis pasar uang menjadi yang terendah sepanjang 2025.

Mengenai proyeksi 2026, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani memperkirakan prospek unitlink saham masih kuat untuk mencatatkan kinerja positif. 

Arjun mengatakan prospek tersebut didukung sentimen positif melalui rally saham global Artificial Intelligence (AI) dan teknologi, sehingga menyebabkan sentimen risk-off untuk pasar saham global. 

“Ditambah, ada juga potensi kelanjutan pemangkasan suku bunga bank sentral global,” ungkapnya kepada Kontan, Selasa (12/1/2026).

Ini 10 Unitlink Pasar Uang yang Mencetak Return Tertinggi Sepanjang 2025

Dari sisi domestik, sentimen positifnya, yakni ada potensi melalui kenaikan belanja negara atau stimulus pemerintah, serta pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI). Selain itu, ekspansi bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT), data center, dan infrastruktur proyek lain. 

“Ada juga proyek hilirisasi yang diperkirakan akan mengalami ekspansi kuat tahun ini. Semua itu menjadi sentimen positif dari sisi domestik,” kata Arjun.

Sementara itu, Arjun memperkirakan prospek unitlink pasar uang masih lumayan bagus pada 2026.

Dia bilang salah satunya disebabkan unitlink pasar uang dapat menjadi pilihan investasi yang aman di tengah risiko domestik maupun global yang masih relatif tinggi.

“Jadi, pilihan investasi untuk diversifikasi dan mengurangi risiko portofolio,” ujarnya.

Meskipun demikian, Arjun menyampaikan secara potensi return, kinerja unitlink pasar uang kemungkinan akan kalah dengan pendapatan tetap dan saham pada 2026.

Kinerja Unitlink Pasar Uang 2025 Terendah, Cek Prospek Aman 2026 di Sini

Hal itu dipicu juga suku bunga yang akan melanjutkan penurunan di tengah sentimen dovish pasar, demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan di tengah inflasi yang masih relatif rendah atau terkendali.

“Jelas, unitlink pasar uang secara potensi return tidak semenarik peluang di pendapatan tetap dan saham,” ucap Arjun. 

Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd) atau sampai Desember 2025, rata-rata return unitlink berbasis saham tercatat sebesar 12,09%. Adapun unitlink pasar uang mencatatkan rata-rata return sebesar 4,24% sepanjang 2025.