
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya meningkatkan kemudahan jual beli saham guna memperkuat kualitas pasar modal nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong kehadiran lebih banyak pihak yang secara aktif menyediakan harga beli dan jual saham di pasar sehingga transaksi menjadi lebih lancar dan likuid.
Upaya tersebut diharapkan dapat memudahkan investor bertransaksi, meningkatkan efisiensi perdagangan, serta mendukung pembentukan harga saham yang lebih optimal. Dengan likuiditas yang semakin baik, pasar modal Indonesia juga dinilai akan semakin menarik bagi investor.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan minat pelaku industri terhadap program penyedia likuiditas saham terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, terdapat dua Anggota Bursa yang telah menjalankan fungsi tersebut, yakni PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April 2026 dan PT Mandiri Sekuritas sejak 4 Mei 2026.
“Penambahan partisipasi Anggota Bursa ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program tersebut sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa,” kata Jeffrey dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).
BEI berharap jumlah Anggota Bursa yang bergabung dalam program ini terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman pelaku pasar terhadap manfaat penyediaan likuiditas saham.
Pada tahap awal implementasi, Phintraco Sekuritas melakukan kuotasi terhadap lima saham, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
BEI mencatat, dalam periode satu pekan sebelum dan sesudah implementasi program, sejumlah saham tersebut mengalami peningkatan rata-rata harian nilai transaksi antara 25,98 persen hingga 119,44 persen. Hasil tersebut menunjukkan potensi program dalam meningkatkan aktivitas perdagangan sekaligus memperkuat likuiditas pasar.
“Kami melihat kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” ujar Jeffrey.
Direktur Utama Phintraco Sekuritas Ferawati mengatakan partisipasi perusahaan dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung pengembangan dan pendalaman pasar modal Indonesia.
Menurut Ferawati, keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi antara Bursa, Anggota Bursa, perusahaan tercatat, asosiasi, dan investor agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh pelaku pasar.
“Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas program ini membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, perusahaan tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran strategis penyedia likuiditas dalam mendukung kualitas perdagangan saham,” katanya.
Ia menjelaskan, Phintraco Sekuritas telah menyiapkan infrastruktur sistem, tim transaksi, serta kerangka manajemen risiko untuk memastikan aktivitas penyediaan kuotasi berjalan optimal dan berkelanjutan.
Menurut Ferawati, tantangan utama dalam aktivitas tersebut adalah menjaga konsistensi penyediaan harga beli dan jual di tengah dinamika pasar dan perubahan volatilitas yang terus berlangsung. Karena itu, diperlukan dukungan teknologi, disiplin perdagangan, serta pengelolaan risiko yang kuat agar likuiditas yang tercipta tetap sehat dan berkelanjutan.
Meski demikian, ia optimistis prospek program ini cukup baik seiring fokus BEI dan regulator dalam mendorong pendalaman pasar serta peningkatan kualitas perdagangan di pasar modal Indonesia.
BEI menilai, semakin baiknya likuiditas saham akan meningkatkan efisiensi transaksi dan kualitas pasar secara keseluruhan. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia, baik bagi investor domestik maupun global, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem investasi yang berkelanjutan.