
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (26/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,23% secara harian ke Rp 16.782 per dolar AS.
Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,35% secara harian ke 16.779 per dolar AS.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi sejumlah hal. Dari dalam negeri, intervensi yang dilakukan BI turut membuat rupiah menguat. Intervensi itu dilakukan dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, domestic non-delivery forward (DNDF), serta pasar spot.
Rupiah Ditutup menguat ke Rp 16.782 Per Dolar AS Hari Ini (26/1), Won Paling Perkasa
“Pasar mendukung komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah,” kata Ibrahim, Senin (26/1/2026).
Bank Indonesia meyakini ke depan akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi.
Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.
Kemudian, sejumlah faktor dari luar negeri yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah ekspektasi seputar kebijakan moneter AS. Federal Reserve dijadwalkan melakukan pertemuan kebijakannya pada hari Rabu mendatang.
“Pasar secara luas mengantisipasi bahwa para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga tetap,” ucap Ibrahim.
Meskipun jeda kenaikan suku bunga sebagian besar sudah diperhitungkan, investor akan mencermati pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang waktu dan laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan wawancara untuk Ketua Federal Reserve (Fed) berikutnya dan mengonfirmasi bahwa dirinya telah membuat pilihannya. Ia bilang pengumuman resmi kemungkinan akan dilakukan sebelum akhir Januari.
Indeks ESG Berpeluang Rebound pada 2026, Ini Saham Pilihan Analis
“Pasar tetap waspada bahwa pilihan Presiden Trump untuk Ketua Fed berikutnya dapat mendorong bank sentral menuju jalur kebijakan yang lebih longgar, menyusul kritiknya yang berulang kali terhadap Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, karena tidak memangkas suku bunga secara lebih agresif,” jelas Ibrahim.
Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Selasa (27/1/2026) bergerak fluktuatif namun ditutup menguat dalam rentang Rp 16.750 – Rp 16.900 per dolar AS.